Jajaran Polsek Jagakarsa telah menetapkan seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial EW sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian di kediaman aktris dan politikus Angel Lelga. Penahanan ini dilakukan setelah kepolisian menindaklanjuti laporan resmi dari Angel Lelga terkait hilangnya sejumlah barang pribadinya di rumahnya di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Menurut Kompol Nurma Dewi, yang memberikan keterangan dalam wawancara virtual pada Rabu (24/6/2026), pelaporan ini bermula dari kecurigaan salah seorang saksi. Saksi tersebut menyadari bahwa sejumlah barang milik Angel Lelga menghilang secara bertahap. Ketika dikonfrontasi, ART berinisial EW tersebut akhirnya mengakui perbuatannya.
"Jadi kalau menurut saksi, yaitu yang melaporkan adalah FG ya. Jadi dia dari korban melihat barang-barang yang ada di rumahnya tidak ada. Nah, itu yang menjadi kecurigaan," ujar Kompol Nurma Dewi. Ia menambahkan, "Kemudian lanjut, beliau menanyakan ke ART-nya, yaitu inisial EW. Nah, kemudian dia langsung mengakui bahwa memang untuk sementara ini dia yang mengambil atau yang memakai, ya, dari barang-barang dari AE."
Aksi pencurian ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan melalui layanan panggilan darurat 110 pada Kamis, 18 Juni 2024, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Menindaklanjuti aduan tersebut, tim piket dari Pawas (Perwira Jaga) segera mendatangi kediaman Angel Lelga untuk melakukan pemeriksaan awal.
"Ya, jadi untuk malam hari waktu itu hari Kamis tanggal 18 Juni 2024 jam 4 pagi, kita mendapat telepon dari 110. Kemudian dari piket Pawas merapat ke kediaman dari AE. Dan lanjut menceritakan apa hal yang terjadi terhadapnya, yaitu barang-barang ada yang hilang ya," jelas Kompol Nurma Dewi.
Barang-barang yang diduga dicuri oleh EW meliputi sejumlah properti pribadi bermerek milik Angel Lelga. Dari hasil pemeriksaan sementara, aset yang diambil mencakup aksesori hingga suplemen kesehatan.
"Barang-barangnya ada topi dan lain-lain ya tentunya, yang punya milik betul-betul pribadi dari AL. Ada mereknya, kemudian juga ada juga yang seperti vitamin dan lain-lain itu pun juga diambil oleh ART-nya," beber Kompol Nurma Dewi. Kerugian yang dialami Angel Lelga diperkirakan berasal dari item-item tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti isu keamanan di lingkungan rumah tangga, khususnya terkait kepercayaan yang diberikan kepada para pekerja domestik. Kehilangan barang-barang pribadi, terutama yang memiliki nilai sentimental atau nominal, tentu menimbulkan rasa tidak nyaman dan kerugian bagi pemilik rumah.
Dalam kasus ini, proses hukum akan terus berjalan untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap tersangka EW. Pihak kepolisian Polsek Jagakarsa terus mendalami motif dan kronologi lengkap dari kejadian ini. Penyelidikan ini juga diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai sejauh mana barang-barang tersebut telah diambil dan apakah ada pihak lain yang terlibat.
Kapan kasus ini mulai diselidiki secara mendalam oleh Polsek Jagakarsa? Pihak kepolisian menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian pada dini hari tanggal 18 Juni 2024, proses penyelidikan lebih lanjut segera dilakukan. Penetapan tersangka EW merupakan hasil dari rangkaian investigasi awal yang mencakup konfrontasi dengan saksi dan pengakuan dari terduga pelaku.
Kasus pencurian di kediaman publik figur seperti Angel Lelga memang kerap menarik perhatian publik. Hal ini tidak hanya karena popularitas sosok yang menjadi korban, tetapi juga karena sering kali melibatkan isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti hubungan antara majikan dan pekerja rumah tangga.
Sejumlah pihak menilai bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi setiap rumah tangga untuk lebih berhati-hati dalam memberikan akses dan kepercayaan kepada orang lain, serta pentingnya memiliki sistem pengawasan yang memadai untuk mencegah hal-hal serupa terjadi.
Pihak kepolisian masih terus menghimpun bukti-bukti tambahan dan melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini. Perkembangan selanjutnya mengenai status tersangka EW dan barang bukti yang berhasil disita akan terus diinformasikan oleh pihak berwenang. Kasus ini menjadi perhatian untuk memastikan keadilan bagi korban dan penegakan hukum yang berlaku.











