LOMBOK TENGAH – Jeritan pilu seorang ibu korban kekerasan terhadap anaknya menggema, menembus kesunyian di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa tragis yang menimpa putrinya, seorang santri, telah meninggalkan luka mendalam. Sang ibu tak kuasa menahan tangis, berharap keadilan dapat segera ditegakkan.
Ia secara khusus menyampaikan permohonan kepada Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto. Ibu santri korban pembakaran ini berharap perhatian serius dari sang menteri. Ia ingin kasus yang dialami anaknya tidak berjalan di tempat.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada tanggal 13 Desember 2025. Namun, proses penyelidikan oleh pihak kepolisian baru dimulai pada Juni 2026. Jeda waktu yang cukup lama ini menimbulkan pertanyaan dan kegelisahan bagi keluarga korban.
Sang ibu mengungkapkan rasa frustrasinya atas lambatnya penanganan kasus ini. Ia merasa perjuangan mencari keadilan terasa berat. Kini, ia menggantungkan harapan besar pada Prabowo Subianto untuk memberikan atensi.
“Saya mohon Bapak Prabowo melihat kondisi kami. Anak saya menjadi korban, dan kami butuh keadilan,” ujar sang ibu dengan suara bergetar, dalam sebuah kesempatan yang terekam.
Ia berharap campur tangan Prabowo dapat mempercepat proses hukum. Keinginan utamanya adalah agar pelaku segera diadili sesuai perbuatannya. Keadilan bagi putrinya adalah prioritas utama.
Kasus ini kembali membuka luka lama tentang pentingnya perlindungan terhadap anak, khususnya mereka yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. Insiden ini juga menyoroti perlunya respons cepat dari aparat penegak hukum.
Pihak kepolisian sendiri masih terus berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan. Namun, lambatnya proses penyelidikan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Terlebih lagi, korban masih berstatus santri yang seharusnya berada di lingkungan yang aman.
Permohonan ibu santri ini menjadi suara keprihatinan publik. Publik berharap agar aparat terkait dapat segera memberikan respons yang memadai. Keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Perhatian dari tokoh nasional seperti Prabowo Subianto diharapkan dapat menjadi katalisator untuk penyelesaian kasus ini. Masyarakat menanti langkah konkret demi terwujudnya keadilan bagi korban dan keluarganya.
