Monday, 10 August 2026
BREAKING
POLITIK

Tragedi Drag Race Kotamobagu: 7 Tewas Akibat Mobil Lepas Kendali

Oleh Danu Ilham August 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah insiden tragis terjadi di ajang kejuaraan drag race di Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu, 25 Mei 2024. Sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah mobil balap hilang kendali dan menabrak kerumunan penonton.

Kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 15.00 WITA di Sirkuit Damai, Kotamobagu. Mobil jenis sedan yang dikemudikan oleh seorang pembalap lokal tergelincir di tikungan akhir, kemudian melaju tak terkendali ke arah area penonton yang berada di pinggir sirkuit.

Menurut keterangan saksi mata, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya keluar lintasan. “Saya kaget sekali, tiba-tiba mobil itu sudah oleng ke arah kami. Tidak ada waktu untuk menghindar,” ujar salah seorang penonton yang selamat dari insiden tersebut, bernama Budi Santoso.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi para korban. “Kami langsung bergerak cepat begitu kejadian. Beberapa korban dinyatakan meninggal di tempat, sementara yang lainnya segera dilarikan ke Rumah Sakit Kotamobagu,” jelas AKBP Irvan Purnomo, Kapolres Kotamobagu.

Dari tujuh korban jiwa, enam orang dinyatakan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Satu korban lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Selain itu, tercatat ada belasan orang lainnya yang mengalami luka-luka, baik luka ringan maupun berat, dan kini tengah menjalani perawatan intensif.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. Dugaan awal mengarah pada masalah teknis pada kendaraan atau human error dari pihak pembalap. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa kondisi mobil, dan menganalisis rekaman CCTV yang ada. Kami akan mengungkap penyebabnya secara tuntas,” tambah AKBP Irvan Purnomo.

Akibat insiden ini, seluruh rangkaian acara kejuaraan drag race yang seharusnya berlangsung hingga Minggu, 26 Mei 2024, terpaksa dihentikan sementara untuk menghormati para korban dan fokus pada proses investigasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp