Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Toyota Alphard Tertangkap Basah Mengisi Pertalite, Fakta dan Kronologi

Oleh Emanuel July 22, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah mobil mewah Toyota Alphard kembali menjadi sorotan publik setelah tertangkap basah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sebuah SPBU. Kejadian ini memicu pertanyaan dan diskusi mengenai kelayakan penggunaan BBM bersubsidi oleh kendaraan berkelas premium.

Insiden ini dilaporkan terjadi di SPBU yang berlokasi di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada hari Rabu, 13 Maret 2024. Sebuah video yang merekam momen tersebut pun beredar luas di media sosial, mengundang berbagai komentar dari warganet.

Dalam rekaman video, terlihat jelas sebuah Toyota Alphard berwarna hitam sedang antre di jalur pengisian BBM. Petugas SPBU kemudian terlihat melakukan pengisian Pertalite ke tangki kendaraan tersebut. Durasi video yang beredar cukup singkat, namun menampilkan jelas nomor polisi kendaraan tersebut yang teridentifikasi sebagai B 2677 RFA.

Kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada tahun 2022, sebuah Toyota Alphard dengan nomor polisi yang sama juga pernah terekam melakukan pengisian Pertalite. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa praktik serupa masih terus berlanjut, padahal pemerintah telah mengeluarkan aturan yang membatasi penggunaan BBM bersubsidi hanya untuk kendaraan tertentu.

Aturan tersebut, yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 196 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, secara spesifik menyatakan bahwa BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan tertentu dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Kendaraan mewah seperti Toyota Alphard jelas tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi.

Menanggapi kejadian ini, Pengamat Kebijakan Energi, Komaidi Notonegoro, angkat bicara. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat, terutama pemilik kendaraan mewah, untuk tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi. “Pemerintah sudah memberikan aturan, seharusnya masyarakat patuh. Terlebih lagi kendaraan mewah, tidak seharusnya menggunakan BBM bersubsidi,” ujar Komaidi.

Komaidi juga menyarankan agar pihak Pertamina, sebagai penyalur BBM, dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat di setiap SPBU. “Pertamina perlu meningkatkan pengawasan di lapangan. Jika memang ada indikasi penyalahgunaan, harus segera ditindak,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik Toyota Alphard maupun pihak Pertamina mengenai kronologi lengkap dan tanggapan atas kejadian tersebut. Namun, insiden ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi demi terciptanya keadilan dalam pendistribusian energi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp