Saturday, 5 September 2026
BREAKING
BERITA

Tiongkok Tahan Ekspor Mineral Langka, Sinyal Jelang Pertemuan Trump-Xi

Oleh Emanuel September 4, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Tiongkok kembali memainkan strategi dengan menahan pengiriman mineral tanah jarang (rare earth) ke Amerika Serikat. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara kedua negara adidaya tersebut, menjelang pertemuan krusial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Langkah Tiongkok ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi industri teknologi Amerika Serikat, yang sangat bergantung pada pasokan mineral tanah jarang untuk produksi berbagai perangkat elektronik, mulai dari ponsel pintar hingga komponen pertahanan.

Sumber-sumber industri yang dikutip oleh Reuters mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan mineral tanah jarang di Tiongkok telah menghentikan atau menunda pengiriman ke AS. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian dan risiko geopolitik yang semakin meningkat, mencerminkan pergeseran strategis Beijing dalam menghadapi perselisihan dagang dengan Washington.

Meskipun belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Tiongkok, para pelaku pasar melihat penahanan ekspor ini sebagai taktik negosiasi yang disengaja. Ini bukan pertama kalinya Tiongkok menggunakan posisi dominannya dalam pasokan mineral tanah jarang sebagai alat dalam sengketa dagang. Pada tahun 2010, Tiongkok pernah membatasi ekspor mineral langka ke Jepang, yang memicu kenaikan tajam harga global.

Perusahaan-perusahaan AS kini menghadapi tantangan serius dalam mencari alternatif pasokan. Selama bertahun-tahun, mereka telah bergantung pada Tiongkok sebagai sumber utama mineral tanah jarang. Ketergantungan ini membuat industri AS rentan terhadap fluktuasi kebijakan dan ketegangan geopolitik.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping yang dijadwalkan di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, pada akhir Juni 2019, menjadi sorotan utama. Pertemuan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang telah memburuk sejak perang dagang dimulai pada tahun lalu. Namun, langkah Tiongkok ini menunjukkan bahwa Beijing siap menggunakan semua instrumen yang dimilikinya untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi.

Ketergantungan AS pada Tiongkok untuk mineral tanah jarang telah lama menjadi perhatian para pejabat pertahanan dan industri. Mineral ini sangat penting untuk pembuatan magnet permanen berkekuatan tinggi yang digunakan dalam mesin jet, rudal, dan peralatan militer canggih lainnya. Oleh karena itu, potensi gangguan pasokan menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional yang serius bagi Amerika Serikat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp