Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
DUNIA

Tiongkok Peringatkan AS Hentikan Intervensi dalam Hubungan Dagang dengan Iran

Oleh Heni Maulidya August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan campur tangan dalam hubungan dagang antara Beijing dan Teheran. Tiongkok mengecam keras ancaman sanksi yang dilontarkan AS terhadap negara-negara yang tetap menjalin kerja sama ekonomi dengan Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, pada Selasa (23/7/2019) menyatakan bahwa Beijing menentang keras tindakan unilateral dan ekstrateritorial AS. “Tiongkok dengan tegas menentang tindakan unilateral dan ekstrateritorial AS yang mengancam akan memberlakukan sanksi terhadap negara lain yang menjalin kerja sama ekonomi normal dengan Iran,” ujar Hua Chunying dalam konferensi pers rutin di Beijing.

Hua Chunying menegaskan bahwa Tiongkok selalu berpegang pada prinsip saling menghormati kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Ia menekankan bahwa Tiongkok dan Iran memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin lama dan kerja sama ekonomi antara kedua negara bersifat normal, terbuka, dan adil. “Kerja sama ekonomi antara Tiongkok dan Iran bersifat normal, terbuka, dan adil, serta tidak melanggar hukum internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hua Chunying menyerukan kepada AS untuk menghormati kepentingan sah negara lain dan tidak menggunakan kekuatan sebagai dasar dalam hubungan internasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas regional serta global. Tiongkok berharap AS dapat mengambil langkah-langkah yang kondusif bagi penyelesaian isu nuklir Iran melalui dialog dan negosiasi, bukan melalui tekanan dan ancaman.

Ancaman sanksi AS ini muncul sebagai respons terhadap upaya Tiongkok untuk terus meningkatkan hubungan dagang dengan Iran, terutama di sektor energi, meskipun AS telah memberlakukan sanksi terhadap Teheran. Tiongkok, sebagai salah satu pembeli minyak terbesar Iran, terus mencari cara untuk mempertahankan impornya di tengah tekanan internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp