Manajemen TikTok akhirnya buka suara terkait rumor pemutusan hubungan kerja massal di Tokopedia. Isu ini mencuat setelah laporan mengenai pemangkasan karyawan beredar luas di media sosial.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa saat ini mereka sedang melakukan penataan organisasi. Fokus utama restrukturisasi tersebut menyasar pada divisi riset dan pengembangan atau R&D.
Kabar mengenai pengurangan tenaga kerja itu sebelumnya sempat memicu spekulasi di kalangan publik. Laporan dari Bloomberg Technoz menyebut adanya pemangkasan besar-besaran staf pasca peluncuran Tokopedia Lite.
Menanggapi isu tersebut, Juru Bicara TikTok memberikan klarifikasi resmi pada Kamis, 2 Juli 2026. Langkah ini diklaim sebagai strategi jangka panjang bagi ekosistem bisnis mereka.
Penyelarasan organisasi dilakukan demi mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini mencakup dukungan bagi komunitas kreator serta penjual di platform tersebut.
Manajemen mengakui bahwa proses transisi internal ini memberikan tantangan bagi para pegawai. Mereka berjanji akan mendampingi seluruh staf yang terdampak kebijakan tersebut.
Keputusan ini diakui cukup berat bagi perusahaan. Pihak manajemen fokus memberikan dukungan penuh kepada rekan kerja selama masa transisi berlangsung.
Saat ini, TikTok memegang kendali mayoritas saham PT Tokopedia sebesar 75,01 persen. Sementara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memiliki sisa saham 24,99 persen.
Perusahaan menegaskan komitmen investasi mereka tetap kuat di pasar domestik Indonesia. Penataan divisi tidak akan menghentikan dukungan bagi pelaku usaha lokal.
TikTok bertekad terus memberdayakan pedagang lokal dalam ekosistem e-commerce. Mereka ingin menjadikan Tokopedia platform yang lebih baik bagi pengguna.
Sebelumnya, beredar spekulasi mengenai penurunan moral karyawan akibat pergeseran beban kerja. Beban operasional disebut dipindahkan ke tim di luar negeri.
Sejumlah sektor seperti teknologi, keuangan, hingga keamanan disebut menjadi sasaran efisiensi. Namun, manajemen memastikan fokus mereka tetap pada keberlanjutan bisnis.
Langkah ini menandai babak baru dalam integrasi operasional TikTok Shop dan Tokopedia. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari manajemen dalam menjaga stabilitas perusahaan.
Hingga saat ini, pihak TikTok belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah staf yang terdampak. Perusahaan memilih fokus pada proses pendampingan karyawan selama masa transisi.
Situasi di internal Tokopedia terus dipantau oleh para pelaku industri teknologi. Kejelasan dari manajemen diharapkan mampu meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.











