Pencarian intensif dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Insiden ini terjadi saat rombongan tersebut sedang dalam tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Tiga unit kapal perang milik TNI AL telah dikerahkan ke lokasi yang diduga sebagai titik terakhir hilangnya kontak. Upaya pencarian ini melibatkan personel dan alutsista terbaik untuk memastikan keselamatan para jurnalis dan awak kapal yang bertugas.
Informasi mengenai hilangnya kontak diterima pada hari Selasa, 13 September 2022. Kelima jurnalis yang bertugas dari berbagai media tersebut, bersama dengan tiga awak kapal, diketahui sedang dalam perjalanan kembali setelah melakukan peliputan. Namun, komunikasi terputus secara misterius saat berada di sekitar Selat Sunda.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, mengkonfirmasi pengerahan armada laut tersebut. “Kami telah mengerahkan tiga kapal perang untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Selat Sunda,” ujar Laksma TNI Julius Widjojono.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti mengenai penyebab hilangnya kontak atau keberadaan kelima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. Tim SAR gabungan terus bekerja keras, menyisir area pencarian yang luas, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat proses penemuan.
Pihak keluarga para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak dilaporkan terus memantau perkembangan situasi dengan penuh harap. Doa dan dukungan mengalir dari berbagai kalangan agar mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat. TNI AL berkomitmen untuk terus melakukan upaya maksimal hingga para awak kapal dan jurnalis tersebut berhasil ditemukan.
