Monday, 17 August 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Thailand Raih Cuan Lewat Insentif Otomotif Ramah Lingkungan, Indonesia Masih Berhitung

Oleh Emanuel August 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Thailand berhasil menyiasati pemberian insentif untuk industri otomotif ramah lingkungan tanpa mengorbankan pemasukan negara. Inisiatif ini patut dicermati oleh Indonesia yang saat ini masih bergulat mencari formula terbaik untuk menerapkan kebijakan serupa.

Kunci keberhasilan Thailand terletak pada skema insentif yang dirancang secara cerdas. Pemerintah Thailand memberikan subsidi langsung kepada konsumen untuk pembelian kendaraan listrik (EV), namun pengembangannya tetap menuntut investasi besar dari para produsen.

“Kami memberikan insentif langsung kepada konsumen, tetapi kami juga meminta produsen untuk berinvestasi dalam produksi lokal,” ujar Menteri Industri Thailand, Suriya Jungroongruangkit, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters. Skema ini terbukti efektif dalam mendorong adopsi EV di pasar domestik Thailand.

Lebih lanjut, Thailand tidak hanya berfokus pada insentif pembelian. Negara Gajah Putih itu juga mewajibkan produsen untuk mendirikan fasilitas produksi baterai dan komponen penting lainnya di dalam negeri. Kebijakan ini, yang mulai diberlakukan sejak 2021, secara efektif mendorong transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja.

Sebagai contoh nyata, kolaborasi antara perusahaan otomotif global dan pemerintah Thailand telah menghasilkan kesepakatan investasi senilai lebih dari 200 miliar baht (sekitar Rp 93 triliun) untuk pengembangan EV di negara tersebut. Salah satu kesepakatan besar terjadi antara Great Wall Motor (GWM) dengan pemerintah Thailand, yang melibatkan investasi sebesar 30 miliar baht untuk membangun pabrik perakitan kendaraan listrik dan fasilitas produksi baterai.

Thailand juga menetapkan target ambisius untuk produksi kendaraan ramah lingkungan. Hingga tahun 2030, negara ini menargetkan 30% dari total produksi kendaraan nasional adalah kendaraan listrik. Komitmen ini didukung oleh berbagai kebijakan, termasuk pengurangan pajak dan bea masuk untuk komponen EV.

Dengan strategi yang komprehensif ini, Thailand tidak hanya berhasil menyelamatkan dan mengembangkan industri otomotifnya di era elektrifikasi, tetapi juga memastikan aliran pendapatan negara tetap terjaga melalui investasi dan produksi lokal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp