NEW ORLEANS – Perkembangan signifikan dalam penanganan diabetes tipe 1 terungkap melalui penelitian yang dipresentasikan di American Diabetes Association Scientific Sessions. Sistem pengiriman insulin tertutup penuh (fully closed-loop system) yang menggabungkan insulin lispro ultracepat dengan pramlintide menunjukkan hasil yang sebanding dengan penggunaan insulin lispro saja, bahkan berpotensi mengurangi dosis insulin harian.
Penelitian yang dipimpin oleh Joelle Doumat, seorang mahasiswa pascasarjana di McGill University, Montreal, melibatkan 26 orang dewasa dengan diabetes tipe 1. Sistem tertutup penuh ini menggunakan monitor glukosa kontinu Dexcom G6 dan dua pompa insulin terpisah. Inovasi ini memungkinkan pasien menerima insulin lispro dan pramlintide secara bersamaan, sebuah pendekatan yang bertujuan mengatasi tantangan hiperglikemia pascaprandial.
"Ketika insulin digunakan sendiri dalam sistem tertutup penuh, kita melihat hiperglikemia pascaprandial yang signifikan," jelas Doumat dalam presentasinya. "Ini karena onset kerja insulin yang lambat saat disuntikkan di bawah kulit. Pramlintide hadir untuk membantu menekan kenaikan gula darah setelah makan."
Studi ini menggunakan desain crossover acak. Peserta menjalani tiga fase pengobatan selama masing-masing tiga minggu: kombinasi insulin lispro dan pramlintide dengan rasio 1:8, insulin lispro dan pramlintide dengan rasio 1:10, serta kelompok kontrol dengan insulin lispro dan plasebo. Hasil primer yang diukur adalah waktu dalam rentang target glukosa darah (time in range).
Secara keseluruhan, kedua kelompok yang menggunakan kombinasi insulin lispro dan pramlintide menunjukkan waktu dalam rentang yang serupa dengan kelompok kontrol. Grup rasio 1:8 mencatat 71,1% time in range, grup rasio 1:10 mencatat 71,2%, sementara kelompok kontrol mencapai 72,1%. Meskipun tidak memenuhi kriteria noninferioritas yang ditetapkan, temuan ini tetap menarik.
Namun, analisis pada 10 partisipan dengan time in range di bawah 70% selama fase kontrol menunjukkan peningkatan signifikan. Kelompok ini mencapai 67,9% time in range saat menggunakan sistem tertutup penuh, dibandingkan 60,6% dengan insulin lispro dan perhitungan karbohidrat manual. "Ini sangat penting karena mereka tidak hanya terbebas dari keharusan menghitung karbohidrat, tetapi juga mengalami perbaikan hasil glikemik yang signifikan," ujar Doumat.
Tingkat hipoglikemia (gula darah rendah) serupa di antara ketiga kelompok. Menariknya, kelompok rasio 1:10 menunjukkan penurunan waktu hipoglikemia berat (gula darah di bawah 54 mg/dL) dibandingkan kontrol (0,3% vs 0,1%, P = .008). Dosis insulin harian total juga lebih rendah pada kelompok intervensi, yakni 42,8 U (rasio 1:8) dan 41,3 U (rasio 1:10), dibandingkan 47,4 U pada kelompok kontrol (P < .001 untuk keduanya).
Efek samping gastrointestinal dilaporkan pada beberapa peserta dalam kelompok intervensi, sementara rasa perih di lokasi suntikan terjadi di kedua kelompok perlakuan. Dua peserta menghentikan partisipasi karena mual terkait pramlintide.
Doumat menekankan perlunya studi lanjutan dengan populasi yang lebih besar dan kontrol glikemik suboptimal untuk menguji efektivitas sistem tertutup penuh ini lebih lanjut. Penelitian ini membuka harapan baru bagi pengelolaan diabetes tipe 1.











