Monday, 31 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Telkom Akses Gerakkan 150 Teknisi untuk Perbaikan Jaringan Telekomunikasi Pascagempa NTT

Oleh Herfansyah August 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

PT Telkom Akses bergerak cepat mengerahkan lebih dari 150 teknisi untuk memulihkan jaringan telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Langkah ini diambil demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga di tengah situasi darurat.

Upaya pemulihan jaringan dilakukan di berbagai titik terdampak. Jaringan telekomunikasi yang sempat terganggu akibat gempa kini menjadi prioritas utama untuk segera diperbaiki. Kehadiran ratusan teknisi ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi layanan komunikasi.

Manajer Humas Telkom Akses, Riza Febrian, menyampaikan komitmen perusahaan dalam menghadapi kondisi sulit ini. “Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk tim teknisi yang handal, untuk memastikan jaringan telekomunikasi kembali normal secepatnya,” ujar Riza pada Kamis (15/12/2022).

Selain fokus pada pemulihan jaringan, Telkom Akses juga berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan logistik dan posko darurat turut disiapkan untuk meringankan beban para korban. “Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan sedikit bantuan di tengah kesulitan ini,” tambahnya.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Malaka, NTT, pada Selasa (13/12/2022) pukul 03.07 WIB. Gempa ini dirasakan kuat hingga ke beberapa wilayah tetangga, termasuk Timor Leste. BMKG melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 69 kilometer arah barat laut Malaka, dengan kedalaman 133 kilometer.

Dampak gempa ini menyebabkan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk jaringan telekomunikasi. PT Telkom Akses, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, memiliki peran krusial dalam memulihkan layanan ini. Kecepatan respons dan pengerahan personel menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak gangguan komunikasi bagi masyarakat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp