Ratusan ribu pendukung Manchester United tengah bergejolak menyusul keputusan klub menangguhkan sejumlah tiket musiman (season tickets). Kelompok-kelompok suporter terkemuka menyatakan kekecewaan mendalam, merasa diperlakukan layaknya tersangka dalam upaya klub memberantas praktik penjualan tiket ilegal.
Manchester United Supporters Trust (Must), The 1958, dan enam kelompok suporter resmi lainnya telah menyampaikan keluhan mereka kepada klub. Penangguhan tiket ini merupakan bagian dari strategi United untuk menghentikan praktik penjualan kembali tiket secara ilegal. Klub mengklaim bahwa penggunaan enam atau lebih perangkat untuk mengakses akun terkait klub atau meneruskan tiket kepada pihak lain, dapat mengindikasikan potensi pembelian tiket untuk dijual kembali.
Menurut aturan yang berlaku, anggota United hanya diizinkan meneruskan tiket kepada sesama anggota atau menjualnya kembali kepada klub. Namun, kebijakan penangguhan ini menuai kritik tajam dari para pendukung yang merasa tindakan klub terlalu berlebihan dan tidak adil. Mereka berargumen bahwa langkah ini secara efektif memperlakukan semua pengguna tiket musiman sebagai pelaku potensial pelanggaran.
Menanggapi protes yang meluas ini, Manchester United berencana untuk mengembalikan tiket musiman yang ditangguhkan sebelum musim baru dimulai. Keputusan ini diambil setelah adanya dialog intensif antara pihak klub dan perwakilan suporter. Meskipun demikian, kekecewaan dan rasa ketidakpercayaan terhadap kebijakan klub masih membayangi sebagian besar pendukung.
Para suporter berharap agar klub dapat mengevaluasi kembali pendekatan mereka dalam menangani masalah penjualan tiket ilegal di masa mendatang. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara upaya pemberantasan praktik curang dan perlakuan yang adil serta menghargai loyalitas para pendukung setia.
