Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, membuka pintu kolaborasi strategis dengan Finlandia guna mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi ampuh bagi permasalahan sampah yang kian mendesak di Bumi Serumpun Bambu Kuning, tetapi juga menjadi penopang vital pasokan energi listrik, khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini kesulitan akses.
Pembangunan fasilitas PSEL menjadi jawaban krusial terhadap tantangan pengelolaan sampah yang dihadapi Sumatera Utara. Saat ini, sebuah proyek PSEL dengan kapasitas 15 megawatt (MW) sedang dalam tahap pembangunan, yang direncanakan akan melayani kebutuhan energi listrik Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Gubernur Bobby menyatakan harapannya agar pembangunan fasilitas serupa dapat direplikasi dan diperluas ke berbagai penjuru Sumatera Utara, terutama menjangkau daerah-daerah yang secara geografis sulit diakses.
"Kami berharap Finlandia dapat mendukung program pembangunan PSEL ini. Kami membayangkan kerja sama dalam skala yang sama atau mungkin lebih kecil untuk ditempatkan di beberapa wilayah," ujar Bobby saat menerima kunjungan audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro 30, Medan, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kehadiran fasilitas PSEL tidak hanya memberikan manfaat ganda, yaitu pemenuhan kebutuhan listrik dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan industri hilirisasi. Gubernur Bobby menekankan potensi besar Sumatera Utara dalam sektor industri, didukung oleh kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta posisi geografis yang sangat strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
Salah satu komoditas unggulan yang menjadi fokus perhatian adalah kelapa sawit. Bobby melihat potensi luar biasa dalam pengembangan industri turunan kelapa sawit melalui teknologi pengolahan yang lebih maju. "Kami sangat terbuka untuk membahas pengolahan kelapa sawit. Ini adalah salah satu sektor paling potensial di Sumatera Utara," tegasnya.
Menanggapi tawaran tersebut, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, menyampaikan kesiapan negaranya untuk mentransfer teknologi PSEL ke Sumatera Utara, baik untuk skala besar maupun kecil. Finlandia juga siap memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari penerapan teknologi terkini, sistem penyortiran sampah yang efisien, hingga program edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Pekka Kaihilahti berbagi pengalaman bahwa Finlandia pernah menghadapi tantangan serupa terkait pengelolaan sampah. Namun, berkat pengembangan teknologi PSEL, kini hanya sekitar satu persen dari total sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menjelaskan bahwa Finlandia telah berhasil mengembangkan sistem modular pengolahan limbah menjadi listrik yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai skala kebutuhan.
Sistem modular ini, lanjut Pekka, sangat cocok untuk wilayah-wilayah terpencil. Ia membandingkan karakteristik geografis Finlandia yang berupa negara kepulauan dan tersebar dengan Indonesia, sehingga adaptasi sistem ini dinilai sangat memungkinkan. Teknologi ini mampu mentransformasi sampah menjadi sumber energi yang andal, sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA secara signifikan.
Pertemuan antara Gubernur Bobby dan Duta Besar Pekka Kaihilahti ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap potensi kolaborasi ini. Diskusi ini membuka jalan bagi Sumatera Utara untuk mengadopsi solusi inovatif dan berkelanjutan dalam menghadapi dua tantangan besar: pengelolaan sampah dan pemenuhan kebutuhan energi.
Peluang kerja sama ini tidak hanya terbatas pada aspek teknologi PSEL, tetapi juga merambah ke potensi investasi di sektor industri hilirisasi yang berlandaskan pada sumber daya alam Sumatera Utara yang melimpah. Dengan dukungan teknologi dari Finlandia, Sumatera Utara berpotensi menjadi pionir dalam pengelolaan sampah modern yang menghasilkan energi bersih, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan industri turunan yang bernilai tambah tinggi.
Implementasi PSEL di daerah terpencil juga menjadi prioritas utama. Dengan sistem modular yang ditawarkan Finlandia, diharapkan wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan listrik memadai dapat merasakan manfaat langsung dari teknologi ini. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru Sumatera Utara.
Lebih lanjut, kolaborasi ini juga membuka kesempatan bagi pertukaran pengetahuan dan sumber daya manusia antara kedua negara. Pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi tenaga kerja lokal dalam operasional dan pemeliharaan fasilitas PSEL akan menjadi bagian penting dari kerja sama ini, memastikan keberlanjutan dan kemandirian pengelolaan sampah dan energi di masa depan.
Sumatera Utara, dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang besar, kini berada di jalur yang tepat untuk mengadopsi solusi inovatif dari Finlandia. Langkah strategis ini tidak hanya akan mengatasi permasalahan sampah yang mendesak, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan Sumatera Utara yang lebih bersih, hijau, dan berdaya saing di kancah nasional maupun internasional.











