Strategi Cerdas Merawat Pakaian: Enam Jenis Item yang Tak Perlu Langsung Masuk Mesin Cuci

Heni Maulidya

Merawat pakaian agar awet dan tetap terlihat seperti baru memang membutuhkan pemahaman yang tepat mengenai jenis bahan dan frekuensi pencucian. Meskipun kebersihan adalah prioritas utama untuk kesehatan kulit, tidak semua pakaian yang telah dikenakan sekali harus langsung dicuci. Ada beberapa item fesyen yang justru bisa lebih terawat jika tidak terlalu sering terpapar proses pencucian, sehingga menjaga kualitas serat dan warnanya lebih lama.

Dalam rutinitas perawatan pakaian sehari-hari, banyak orang mungkin menganggap setiap pakaian yang dikenakan wajib segera dicuci. Namun, berdasarkan panduan dari para ahli dan pengalaman praktis, sejumlah item fesyen memiliki karakteristik yang memungkinkan mereka untuk digunakan beberapa kali sebelum akhirnya membutuhkan pembersihan menyeluruh. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk memperpanjang usia pakai pakaian, tetapi juga dapat mengurangi konsumsi air dan energi yang terbuang untuk pencucian yang tidak perlu.

Salah satu item yang paling sering mengalami pencucian berlebihan adalah jeans. Bahan denim yang terkenal kuat ini memiliki kemampuan menyerap keringat yang rendah. Jika jeans tidak terlihat kotor secara kasat mata atau tidak mengeluarkan bau tidak sedap, tindakan sederhana seperti menganginkannya setelah dikenakan sudah cukup. Idealnya, celana jeans dapat dicuci setiap empat hingga enam kali pemakaian. Frekuensi pencucian yang berlebihan dapat menyebabkan warna denim memudar dan serat kain menjadi lebih cepat rusak.

Piyama atau pakaian tidur juga termasuk dalam kategori pakaian yang tidak selalu membutuhkan pencucian setelah sekali pakai. Piyama umumnya bersentuhan langsung dengan kulit saat kita beristirahat, dan jika Anda memiliki kebiasaan mandi sebelum tidur serta tidak banyak berkeringat, piyama bisa digunakan hingga tiga hingga empat kali. Namun, bagi individu yang cenderung mudah berkeringat saat tidur, frekuensi pencucian perlu disesuaikan agar tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan.

Untuk celana panjang dan celana formal seperti celana bahan, perawatan khusus diperlukan untuk menjaga bentuk dan lipatannya. Sering mencuci celana jenis ini, terutama menggunakan mesin cuci, dapat merusak struktur jahitan dan lipatan yang menjadi ciri khasnya. Oleh karena itu, disarankan untuk mencuci celana formal setelah dipakai sekitar lima hingga sepuluh kali. Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah membersihkannya dengan dry cleaning atau menggunakan setrika uap untuk menghilangkan kerutan dan menyegarkan tampilan tanpa merusak serat kain.

Jaket dan blazer, yang sering berfungsi sebagai lapisan luar, umumnya tidak langsung bersentuhan dengan keringat atau minyak tubuh. Karena desainnya yang terstruktur dan seringkali memiliki lapisan tambahan, mencuci jaket dan blazer terlalu sering justru dapat merusak bentuk dan teksturnya. Perawatan yang lebih disarankan adalah dry cleaning atau penyemprotan uap setiap lima hingga sepuluh kali pemakaian, atau setidaknya setiap tiga hingga empat bulan sekali, tergantung pada seberapa sering item tersebut digunakan.

Sweater dan kardigan juga merupakan jenis pakaian yang ideal untuk digunakan berulang kali. Sebagai pakaian luar, sweater tidak langsung menyerap keringat dari tubuh. Anda dapat mencuci sweater setelah dipakai sebanyak lima hingga tujuh kali, kecuali jika terkena noda yang jelas atau mengeluarkan bau yang kuat. Perawatan yang tepat akan membantu menjaga kelembutan serat wol atau bahan sweater lainnya agar tidak mudah kusut atau mengkerut.

Khusus untuk kaum perempuan, bra memiliki kebutuhan perawatan yang sedikit berbeda. Meskipun penting untuk kebersihan, bra tidak harus dicuci setiap kali selesai dikenakan, kecuali jika Anda berkeringat banyak. Umumnya, bra dapat digunakan tiga hingga empat kali sebelum membutuhkan pencucian. Saat mencucinya di mesin cuci, sangat disarankan untuk menggunakan kantong laundry khusus berbahan jaring. Kantong ini berfungsi melindungi bra dari gesekan berlebih yang dapat merusak kawat penyangga dan bentuk cup, sehingga memperpanjang usia pakainya.

Lalu, jenis pakaian apa saja yang benar-benar harus dicuci setiap kali selesai digunakan? Jawabannya adalah pakaian dalam, kaus kaki, legging, dan pakaian olahraga. Pakaian-pakaian ini bersentuhan langsung dengan area tubuh yang cenderung lebih banyak mengeluarkan keringat dan bakteri. Menurut para ahli dermatologi, tubuh manusia dihuni oleh berbagai mikroorganisme yang dapat berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang lembap akibat keringat.

Anthony Rossi, seorang ahli dermatologi yang berbasis di New York, menjelaskan bahwa keringat yang menempel pada pakaian menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak secara berlebihan. Bahkan, mengangin-anginkan pakaian olahraga setelah dikenakan tanpa dicuci tidaklah cukup efektif. Suhu panas dari tubuh atau lingkungan tidak cukup untuk mensterilkan pakaian dari bakteri yang telah berkembang.

Oleh karena itu, Rossi menyarankan agar pakaian yang menyerap banyak keringat seperti pakaian olahraga segera dicuci menggunakan deterjen. Jika memungkinkan, gunakan air panas saat mencuci untuk membantu mengangkat kotoran dan minyak dari serat kain secara maksimal. Proses pencucian yang menyeluruh ini sangat penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan bau tidak sedap dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan kulit seperti iritasi atau infeksi jamur. Menjaga kebersihan pakaian dalam dan pakaian yang bersentuhan langsung dengan area tubuh sensitif adalah langkah krusial dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All