Friday, 17 July 2026
BREAKING
POLITIK

SPP SMA/SMK di Jabar Bakal Aktif Kembali? Ini Kata Pemprov dan DPRD

Oleh Danu Ilham July 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat tengah menelaah secara mendalam potensi pengaktifan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Wacana ini secara spesifik menyasar siswa yang berasal dari kalangan keluarga berkecukupan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Pemprov Jabar dalam mencari solusi pendanaan pendidikan yang berkelanjutan, sembari tetap memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, menjelaskan bahwa kajian ini masih berada pada tahap awal. “Kami masih menggodoknya bersama DPRD. Ini adalah sebuah wacana yang sedang kita telaah,” ujar Setiawan dalam sebuah kesempatan.

Belum ada kepastian kapan kebijakan ini akan diterapkan, namun yang jelas, pemerintah provinsi ingin memberikan keringanan bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu. Setiawan menambahkan, jika kebijakan ini jadi diterapkan, maka kemungkinan besar akan ada diferensiasi tarif. “Kalau nanti ada SPP, tentu ada pemilahan, yang tidak mampu ya tidak bayar. Yang mampu baru kita kenakan,” tegasnya.

Adapun besaran SPP yang akan dikenakan nantinya juga masih dalam proses pembahasan. Pemprov Jabar berjanji akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kemampuan ekonomi masyarakat dan kebutuhan anggaran operasional sekolah. Tujuannya adalah agar kebijakan ini tidak memberatkan orang tua siswa, terutama yang tergolong mampu secara finansial.

Selain itu, Setiawan juga mengklarifikasi bahwa pengaktifan kembali SPP ini bukan berarti menghilangkan program bantuan pendidikan yang sudah ada. Justru, dana yang terkumpul dari SPP diharapkan dapat dialokasikan kembali untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Jabar, seperti perbaikan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, atau beasiswa bagi siswa berprestasi yang kurang mampu.

Sementara itu, pihak DPRD Jawa Barat juga menyambut baik adanya kajian ini. Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Ali Umuri, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung kebijakan yang pro-rakyat dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami akan mencermati dan melakukan kajian bersama. Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan ini nantinya tidak membebani masyarakat secara keseluruhan, dan justru dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan di Jabar,” ungkap Ali.

Wacana pengaktifan kembali SPP ini tentu akan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Pemprov Jabar dan DPRD berkomitmen untuk melakukan sosialisasi yang intensif dan membuka ruang dialog seluas-luasnya kepada publik sebelum kebijakan final diputuskan. Harapannya, kebijakan ini dapat berjalan efektif dan sesuai dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait