Spanyol sukses mengukir sejarah dengan meraih gelar Piala Dunia Wanita kedua mereka setelah menaklukkan Argentina 1-0 dalam laga final yang menegangkan di akhir babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini disambut suka cita oleh seluruh skuat, termasuk sang pelatih, Luis de la Fuente, yang merasa bangga atas pencapaian timnya.
Kemenangan dramatis ini menjadi bukti ketangguhan mental dan taktik yang diterapkan oleh tim Matador. Gol tunggal yang dicetak di babak tambahan waktu memastikan Spanyol keluar sebagai juara, sebuah pencapaian yang mereka impikan sejak lama. Pelatih Luis de la Fuente mengungkapkan kebahagiaannya, menyatakan, “Ini adalah kencan dengan sejarah, dan kami berhasil sampai di sana terlebih dahulu.” Ia juga memuji para pemainnya yang telah berjuang keras hingga akhir.
Para pemain Spanyol pun tak bisa menyembunyikan euforia mereka. Gelandang Aitana Bonmatí, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, mengaku sangat emosional. “Saya masih tidak percaya. Rasanya luar biasa. Kami telah bekerja keras untuk ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan pengorbanan yang telah mereka lakukan selama ini.
Kapten tim, Alexia Putellas, yang sempat diragukan tampil karena cedera, juga turut merayakan keberhasilan ini. Ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap rekan-rekan setimnya yang telah menunjukkan semangat juang pantang menyerah. “Kami selalu percaya pada diri sendiri, bahkan ketika situasinya sulit. Gelar ini untuk seluruh rakyat Spanyol,” kata Putellas. Ia menambahkan bahwa momen ini akan selalu dikenang sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola wanita Spanyol.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi timnas Spanyol, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda pesepak bola wanita di seluruh dunia. Gelar Piala Dunia ini menegaskan dominasi Spanyol di kancah sepak bola internasional dan membuka lembaran baru dalam sejarah olahraga mereka.
