Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Sorotan Eropa: Klub ‘Kecil’ Curi Perhatian di Tengah Euforia Liga Champions

Oleh Herfansyah September 9, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Pentas sepak bola Eropa kembali memanas. Liga Champions, atau yang disebut sebagai ‘Bigger Cup’, telah memulai aksinya dengan pertandingan seru yang berlangsung pada Selasa, Rabu, dan Kamis. Sementara itu, kompetisi yang lebih kecil seperti ‘Bigger Vase’ dan ‘Tin Pot’ masih harus bersabar menanti giliran setelah jeda internasional yang terasa cukup panjang.

Format baru Liga Champions yang menggunakan sistem Swiss dengan 36 tim, yang kemudian menyusut menjadi 24 tim setelah 114 pertandingan, dikritik karena dianggap terlalu ‘longgar’. Berbeda dengan era Clive Tyldesley di ITV, pertandingan besar seperti Liverpool vs Atlético, Napoli vs Arsenal, dan Real Madrid vs Inter Milan, dulu mampu menyedot perhatian publik dan media.

Dalam sorotan pertandingan terbaru, taktik Xabi Alonso dalam laga antara Arsenal dan Chelsea menuai pujian. Alonso berhasil meredam ancaman Arsenal dari sepak pojok dengan menginstruksikan empat penyerang Chelsea untuk tetap berada di separuh lapangan Arsenal. “Mengapa tidak ada yang melakukan ini sebelumnya dan mengapa Chelsea tidak melanjutkan rencana yang luar biasa ini?” tanya Nigel Sanders, menggarisbawahi kejeniusan taktis tersebut.

Di sisi lain, performa impresif Hearts Women di liga domestik juga menarik perhatian. Tiga kemenangan beruntun dengan selisih gol yang signifikan – 5-0 melawan Motherwell, 6-0 melawan Aberdeen, dan 7-0 melawan Montrose – memunculkan spekulasi tentang potensi rekor skor terbesar di Inggris, yang saat ini dipegang oleh Arbroath 36-0 Bon Accord pada 12 September 1885. “Saya hanya mencoba menghitung kapan, jika urutan ini berlanjut, mereka mungkin akan mencetak rekor skor pertandingan sepak bola baru di Inggris,” tulis Ken Muir.

Sementara itu, liputan Liga Champions di Amerika Serikat melalui CBS mendapat kritik pedas. Chris Brown, seorang penggemar Spurs, menyuarakan kekecewaannya terhadap format acara yang dinilai ‘kacau’ dan terlalu mengandalkan banyolan. Ia bahkan lebih memilih melihat Arsenal menjuarai liga lagi daripada harus menyaksikan produksi paruh waktu CBS. “Lebih baik biarkan komedi untuk komedian sungguhan,” tegasnya.

Kritik juga dilontarkan terhadap komentar-komentar yang dianggap klise. José Mourinho dikritik karena pernyataannya yang dianggap hanya ‘omong kosong tanpa makna’, setara dengan ungkapan ‘it is what it is’. Mike Wilner menantang komunitas Football Daily untuk mengartikan pernyataan tersebut secara logis, “Apa yang bukan seperti apa adanya?” tanyanya retoris.

Di tengah hiruk pikuk liga top Eropa, perhatian pada tim-tim yang lebih kecil atau yang sering disebut ‘minnows’ justru memberikan warna tersendiri, menawarkan narasi yang lebih segar dan tak terduga.

Bagikan: Facebook X WhatsApp