Sinergi Tiga Pilar: Kunci Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Yohanes

Jakarta – Menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global menjadi sebuah tantangan yang membutuhkan kolaborasi erat. Dalam konteks ini, sinergi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan otoritas keuangan memegang peranan krusial. Upaya membangun komunikasi yang aktif, seperti yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menjadi salah satu strategi penting untuk memupuk kepercayaan publik di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.

Menyikapi kompleksitas tantangan ekonomi saat ini, respons yang terkoordinasi dari berbagai institusi negara menjadi sebuah keharusan. AH Bimo Suryono, Ketua Umum Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPP Polri) periode 2026-2031, menekankan pentingnya komunikasi yang terjalin antara DPR, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, jalinan komunikasi ini merupakan bagian integral dari upaya kolektif untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus stabilitas sosial di tanah air.

"Komunikasi yang dibangun dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga stabilitas nasional," ujar Bimo dalam keterangan resminya pada Sabtu, 20 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa koordinasi yang efektif terhadap berbagai isu strategis, mulai dari sektor hulu seperti pertambangan, kebijakan fiskal yang berorientasi pada pertumbuhan, hingga penguatan fundamental sektor keuangan nasional, dapat memberikan kepastian yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan masyarakat luas.

Lebih lanjut, sinergi ini tidak hanya melibatkan lembaga legislatif dan eksekutif, tetapi juga merangkul berbagai institusi penting dalam sistem keuangan. Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengawasi industri jasa keuangan, serta Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pusat perdagangan saham, turut menjadi bagian dari kolaborasi strategis ini. Selain itu, lembaga jasa keuangan dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga dilibatkan dalam upaya memperkuat stabilitas sistem keuangan, meningkatkan kepercayaan pasar, dan memastikan roda perekonomian terus berputar tanpa hambatan berarti.

Di samping dimensi ekonomi, koordinasi antara DPR, pemerintah, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga memiliki peran fundamental dalam menjaga stabilitas keamanan. Kondisi keamanan yang kondusif merupakan salah satu prasyarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta peningkatan minat investasi dari dalam maupun luar negeri.

Bimo Suryono juga memberikan apresiasi atas inisiatif Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang secara proaktif membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Menurut Bimo, wadah penyampaian aspirasi semacam ini merupakan manifestasi dari proses demokrasi yang sehat. Proses ini perlu dijaga dan dikelola dengan baik melalui komunikasi yang konstruktif dan musyawarah mufakat.

"Demokrasi akan semakin berkualitas apabila seluruh pihak mengedepankan komunikasi, bukan konfrontasi. Aspirasi harus didengar, tetapi stabilitas bangsa juga harus tetap dijaga sebagai kepentingan bersama," tegasnya. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan atau aspirasi yang muncul dalam masyarakat harus disikapi dengan dialog terbuka, bukan dipertentangkan, demi menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa.

Melihat dari sisi indikator ekonomi, sejumlah data menunjukkan perlunya penguatan koordinasi di tengah gejolak global yang masih berlangsung. Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 19 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di level 6.177. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak di kisaran Rp17.804 per dolar AS. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa perekonomian nasional masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan di tingkat global.

Oleh karena itu, kebijakan yang konsisten dan sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk menjaga optimisme para pelaku usaha maupun investor. "Tantangan ekonomi global tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi seluruh komponen bangsa agar perekonomian nasional tetap tumbuh dan mampu menghadapi berbagai gejolak eksternal," jelas Bimo.

Dengan demikian, sinergi yang terjalin antara DPR, pemerintah, Bank Indonesia, OJK, Bursa Efek Indonesia, perbankan nasional termasuk Himbara, serta Polri, menjadi modal penting yang tidak ternilai harganya. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas nasional secara keseluruhan, tetapi juga untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap prospek perekonomian Indonesia di masa depan. Upaya bersama ini diharapkan mampu membawa Indonesia melewati berbagai tantangan ekonomi global dan mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All