Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan terhadap sejumlah wilayah di Arab Saudi, mengakibatkan 73 orang terluka dan mengganggu operasional fasilitas energi. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada hari Minggu, 27 Maret 2022. Houthi melancarkan tiga serangan terpisah yang menargetkan berbagai lokasi strategis di Arab Saudi. Salah satu serangan mengarah ke fasilitas penyimpanan produk minyak bumi milik Saudi Aramco di Jeddah, yang memicu kebakaran besar. Serangan lain menghantam fasilitas distribusi bahan bakar di Jizan, serta area residensial di Najran.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengonfirmasi jumlah korban luka mencapai 73 orang, yang mayoritas mengalami luka ringan. Namun, insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampaknya terhadap pasokan energi global, mengingat Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia.
Pihak Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, dengan menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons terhadap agresi yang terus berlanjut. “Kami melakukan operasi militer yang lebih luas terhadap Arab Saudi, dan kami memperingatkan warga sipil Saudi dan perusahaan asing untuk tidak mendekati fasilitas militer dan vital di sana, karena kami akan menggunakannya sebagai target yang sah,” ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi Al Masirah.
Serangan ini menuai kecaman internasional. Amerika Serikat, melalui Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengutuk keras serangan tersebut. “Serangan-serangan ini, yang dilakukan oleh Houthi yang didukung Iran, sangat mengganggu dan harus dihentikan,” tegasnya dalam sebuah jumpa pers di New York. Ia juga menambahkan bahwa AS akan terus bekerja sama dengan sekutu untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku.
Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang telah memerangi Houthi di Yaman sejak 2015, juga menyatakan komitmennya untuk terus membela kedaulatan Arab Saudi. Juru bicara koalisi militer, Kolonel Turki Al-Malki, menegaskan bahwa serangan Houthi merupakan upaya provokatif yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas regional. Koalisi dilaporkan telah melancarkan operasi balasan terhadap posisi-posisi Houthi di Yaman.
Peristiwa ini memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman yang sudah memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan. Serangan balasan dan peningkatan ketegangan berpotensi menambah penderitaan warga sipil di kedua negara.
