Milisi Houthi dari Yaman melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan empat kota di Arab Saudi pada Minggu (19/3/2023). Serangan terkoordinasi ini dilaporkan menyebabkan 70 orang terluka dan menimbulkan kebakaran di beberapa instalasi minyak, memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Menurut laporan kantor berita Saudi, SPA, serangan tersebut menghantam kota-kota termasuk Riyadh, Jeddah, Dhahran, dan Najran. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, menyatakan bahwa mereka menargetkan instalasi minyak dan infrastruktur vital lainnya. Saree menambahkan bahwa serangan itu merupakan balasan atas agresi yang terus berlanjut di Yaman.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengkonfirmasi bahwa 70 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang tersebar di berbagai wilayah tersebut. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, namun beberapa di antaranya memerlukan perawatan medis intensif. Selain korban jiwa, serangan ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas industri, termasuk kebakaran yang berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran.
Pemerintah Arab Saudi mengecam keras serangan tersebut dan menyatakan akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kedaulatannya. “Tindakan pengecut ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan kami akan merespons dengan kekuatan yang sesuai,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip oleh SPA.
Serangan Houthi ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Timur Tengah, yang belakangan ini diwarnai oleh upaya normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Iran, serta ketidakpastian geopolitik lainnya. Para pengamat internasional menyuarakan keprihatinan atas potensi dampak serangan ini terhadap stabilitas regional dan upaya perdamaian di Yaman.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat juga mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan Houthi dan menegaskan kembali dukungan Washington terhadap keamanan Arab Saudi. “Kami terus memantau situasi dengan cermat dan siap memberikan dukungan yang diperlukan kepada mitra kami di kawasan ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.
