Pertandingan krusial play-off Liga Champions Asia 2026/2027 yang mempertemukan Persib Bandung dengan wakil Filipina, Manila Digger, dipastikan akan bergulir tanpa kehadiran suporter di stadion. Keputusan ini diambil menyusul adanya sanksi yang dijatuhkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari insiden yang terjadi pada laga Persib Bandung melawan Borneo FC pada 12 Maret 2024 lalu di Stadion Si Jalak Harupat. Kala itu, terjadi pelemparan botol air mineral ke arah tim ofisial Borneo FC. Akibatnya, Persib Bandung dijatuhi denda sebesar 25.000 Dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 390 juta.
Lebih lanjut, selain denda finansial, AFC juga menjatuhkan sanksi pertandingan tanpa penonton. “Persib Bandung dijatuhi sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu pertandingan kandang di kompetisi AFC,” demikian bunyi keterangan resmi yang dirilis AFC.
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menyayangkan keputusan tersebut. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena tim kebanggaan Bobotoh ini harus kehilangan dukungan langsung dari para penggemarnya di laga penting. “Saya sangat menyayangkan, ini kan pertandingan penting buat Persib untuk masuk ke Liga Champions Asia. Tapi ya mau bagaimana lagi, ini keputusan dari AFC,” ujar Umuh Muchtar.
Umuh juga menambahkan bahwa pihaknya akan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik meskipun tanpa dukungan penonton. “Kita akan coba berjuang semaksimal mungkin, mudah-mudahan kita bisa menang,” tambahnya dengan nada prihatin.
Laga play-off Liga Champions Asia 2026/2027 antara Persib Bandung melawan Manila Digger dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 16 Agustus 2024. Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi Persib untuk bisa menembus kompetisi antarklub tertinggi di Asia.
