Dunia pertelevisian kembali berduka dengan berpulangnya James Burrows, sosok jenius di balik layar yang telah membentuk lanskap komedi situasi Amerika selama lebih dari lima dekade. Sutradara legendaris yang karyanya menghiasi layar kaca penonton di seluruh dunia, termasuk serial ikonik "Cheers" dan "Friends", meninggal dunia pada usia 85 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pengacaranya, Tom Hoberman, kepada CBS News, mitra BBC di Amerika Serikat, dengan rasa "kesedihan mendalam".
James Burrows, yang akrab disapa Jimmy, tidak hanya dikenal sebagai salah satu sutradara yang paling berpengaruh, tetapi juga sebagai pencipta bersama serial "Cheers". Namun, jejaknya tak berhenti di situ. Ia juga mengarahkan lebih dari seribu episode dari berbagai sitkom klasik televisi Amerika yang tak lekang oleh waktu, seperti "Friends", "The Big Bang Theory", dan "Will & Grace". Dedikasinya yang luar biasa terhadap seni penyutradaraan komedi telah memberikan kontribusi tak ternilai bagi industri hiburan.
Keluarga Burrows dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada People, outlet berita AS, merayakan kehidupan dan warisan yang ditinggalkan oleh Jimmy. "Kami merayakan kehidupan luar biasa dan warisan abadi James ‘Jimmy’ Burrows, yang berpulang dengan tenang hari ini dikelilingi oleh keluarga tercintanya," ujar mereka. "Selama lebih dari lima dekade, Burrows adalah salah satu sutradara paling berpengaruh dan dicintai dalam sejarah televisi. Sebagai sutradara legendaris, mentor, dan kekuatan kreatif, ia membantu membentuk generasi komedi dan membawa kegembiraan yang tak terukur kepada penonton di seluruh dunia."
Lahir di Los Angeles pada tahun 1940, masa kecil Burrows banyak dihabiskan di New York. Pengalaman pertamanya dalam dunia penyutradaraan ia dapatkan saat menempuh program pascasarjana di Yale School of Drama. Setelah beberapa tahun berada di belakang kamera, ia bersama kakak beradik Glen dan Les Charles melahirkan "Cheers", sebuah sitkom yang dengan cepat melejit menjadi hit televisi di era 1980-an, baik di Amerika Serikat maupun di Inggris.
Sepanjang kariernya yang membentang lebih dari 50 tahun, James Burrows telah meraih pengakuan luar biasa. Ia berhasil menyabet 11 Penghargaan Emmy dan lima Penghargaan Directors Guild of America (DGA). DGA sendiri pada tahun 2015 menganugerahkan penghargaan seumur hidup dalam penyutradaraan televisi kepada Burrows, menggambarkannya sebagai "rekan kerja yang sangat murah hati" yang dengan bijak berbagi "kebijaksanaan dan humor hangatnya kepada sesama anggota Guild dan semua orang yang bekerja dengannya." Sepanjang kariernya yang panjang di Hollywood, ia juga dinominasikan sebanyak 48 kali untuk Primetime Emmy Award.
Kepergian Burrows menyisakan duka mendalam bagi para aktor dan kreator yang pernah bekerja sama dengannya. Eric McCormack, aktor yang memerankan Will dalam serial "Will & Grace", menyampaikan rasa hormatnya melalui media sosial. Ia menyebut bahwa Burrows telah meninggalkan "warisan yang luar biasa," menjuluki sang sutradara sebagai "gorila berbobot 800 pon dalam komedi televisi selama lima puluh tahun." McCormack menambahkan, "Dia dicintai oleh semua orang, dan telah meninggalkan bukan hanya sebuah tanda, tetapi sebuah jejak kaki."
Bintang "2 Broke Girls", Beth Behrs, mengenang momen lucu saat pertama kali bekerja dengan Burrows dalam pembuatan pilot serial tersebut. Ia menceritakan bagaimana ia dan rekannya, Kat Dennings, sempat merasa Burrows tidak menyukai mereka saat latihan. "Kami menghampiri podium Anda seperti dua siswa kelas empat yang dipanggil ke kantor kepala sekolah dan bertanya langsung," tulis Behrs. Ia kemudian mengenang tawa lepas Burrows saat menjawab, "’Oh gadis-gadis, tentu saja tidak.’"
Lisa Kudrow, yang dikenal luas sebagai Phoebe Buffay dalam "Friends", juga mengungkapkan rasa terima kasihnya melalui Instagram. "Terima kasih Jimmy. Maksudku, untuk segalanya…" tulisnya, sebuah ungkapan singkat namun penuh makna dari aktris yang disutradarai Burrows di "Friends" dan bahkan pernah berperan sebagai dirinya sendiri dalam komedi HBO "The Comeback".
Pihak NBC, stasiun televisi yang menayangkan banyak karya Burrows, menyatakan bahwa ia adalah "orang di balik layar" yang kehilangan bagi dunia televisi dan komedi akan terasa "tak terukur." Kehadirannya yang konsisten dan kemampuannya untuk mengeluarkan penampilan terbaik dari para aktor menjadikannya pilar penting dalam kesuksesan serial-serial komedi yang mendefinisikan generasi.
James Burrows bukan hanya sekadar sutradara; ia adalah arsitek tawa, seorang guru yang sabar, dan seorang seniman yang memahami esensi komedi dan hubungan antarmanusia. Pengaruhnya akan terus terasa melalui karya-karyanya yang abadi dan generasi kreator yang ia inspirasi. Dunia akan merindukan sentuhan magisnya yang mampu mengubah naskah menjadi momen-momen ikonik yang akan terus dikenang dan ditonton berulang kali.











