Kyiv dilanda serangan rudal balistik terbaru dari Rusia pada Selasa (11/6/2024) pagi. Akibat bombardir tersebut, dilaporkan satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka di ibu kota Ukraina.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Serhiy Popko, mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia menggunakan rudal balistik dalam serangan terbarunya. “Musuh menggunakan rudal balistik,” ujar Popko melalui kanal Telegram miliknya, seraya menambahkan bahwa serangan ini menimbulkan kerusakan di beberapa distrik di Kyiv.
Militer Ukraina sempat mengumumkan peringatan serangan udara di Kyiv sekitar pukul 10:30 pagi waktu setempat. Tak lama berselang, terdengar suara ledakan keras di berbagai penjuru kota. Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Illia Yevlash, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil menembak jatuh dua rudal balistik yang diluncurkan oleh Rusia.
Meski pertahanan udara telah berupaya mencegat, sebagian rudal berhasil menembus dan menghantam area pemukiman. Menurut data awal yang dirilis oleh Administrasi Militer Kota Kyiv, serangan ini menyebabkan korban jiwa dan luka, serta menimbulkan kerusakan pada infrastruktur.
Wakil Walikota Kyiv, Mykola Povoroznyk, dalam keterangannya di Telegram, merinci dampak serangan. Ia menyebutkan bahwa sedikitnya 13 orang membutuhkan bantuan medis akibat luka yang mereka derita. Pihak berwenang masih terus melakukan pendataan lebih lanjut mengenai jumlah korban dan tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh serangan rudal balistik terbaru ini.
Serangan ini kembali menegaskan eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina, di mana penggunaan senjata balistik terbaru menjadi sorotan. Pihak Ukraina terus berupaya memperkuat sistem pertahanan udara mereka untuk melindungi warga sipil dari serangan serupa di masa mendatang.
