Monday, 10 August 2026
BREAKING
BERITA

Rupiah Terancam Loyo ke Rp 18.020 per Dolar AS Akibat Sentimen The Fed

Oleh Emanuel August 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Nilai tukar Rupiah pada hari ini berpotensi mengalami pelemahan signifikan, diperkirakan menyentuh level Rp 18.020 terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Sentimen dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), bersama dengan dinamika data ekonomi global, menjadi pendorong utama yang memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.

Analis memperkirakan bahwa pernyataan dan kebijakan The Fed akan menjadi faktor penentu arah pergerakan Rupiah. Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih agresif atau sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed dapat memicu pelarian modal dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga menekan nilai tukar Rupiah.

Selain The Fed, data ekonomi global yang dirilis baru-baru ini juga memberikan kontribusi terhadap sentimen pasar. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan di negara-negara maju atau indikator pertumbuhan ekonomi yang melambat dapat meningkatkan ketidakpastian global. Ketidakpastian ini cenderung membuat investor memilih aset yang lebih aman (safe haven), seperti Dolar AS, dan menjauhi aset berisiko yang dinilai lebih fluktuatif.

Meskipun demikian, pergerakan Rupiah juga dipengaruhi oleh fundamental ekonomi domestik. Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan moneter. Intervensi pasar dan pengelolaan likuiditas menjadi langkah strategis BI untuk meredam volatilitas yang berlebihan.

Para pelaku pasar kini mencermati dengan seksama setiap pernyataan resmi dari The Fed dan rilis data ekonomi penting lainnya. Kebijakan suku bunga The Fed, yang merupakan salah satu faktor eksternal paling berpengaruh, akan menjadi penentu utama apakah Rupiah akan terus tertekan atau justru menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp