Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
BERITA

Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Bertengger di Rp17.865

Oleh Emanuel August 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Senin (23/10/2023), terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda ini harus mengakhiri sesi dengan angka Rp17.865 per dolar AS.

Posisi pelemahan rupiah ini merupakan kelanjutan dari tren negatif yang telah terjadi sebelumnya. Dalam perdagangan hari ini, rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.875 per dolar AS.

Analis Pasar Keuangan, Lukman L. Hakim, memberikan pandangannya mengenai pergerakan nilai tukar ini. Ia menilai bahwa pelemahan rupiah tidak terlepas dari sentimen global yang sedang berkembang. “Sentimen global masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan mata uang, termasuk rupiah,” ujar Lukman.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global, terutama terkait kebijakan suku bunga bank sentral di negara-negara maju, turut memberikan tekanan. “Kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, ditambah dengan prospek suku bunga The Fed yang masih cenderung tinggi, membuat dolar AS tetap menjadi pilihan utama bagi para investor,” tambahnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar. Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap stabil. “Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas dan juga melalui bauran kebijakan yang kami miliki,” kata Perry Warjiyo.

Namun, upaya stabilisasi tersebut tampaknya belum sepenuhnya mampu menahan laju penguatan dolar AS yang didorong oleh faktor-faktor eksternal. Tingginya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik juga turut berkontribusi pada pelemahan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Para pelaku pasar kini menantikan data-data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah pergerakan nilai tukar ke depan. Perhatian tertuju pada data inflasi dan kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia yang akan dirilis dalam beberapa waktu mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp