Mata uang Rupiah diprediksi akan mengalami penguatan pada hari ini, Selasa (23/1/2024). Proyeksi ini didorong oleh dua faktor utama yang saling berkaitan: sentimen positif dari data ekonomi Amerika Serikat (AS) serta langkah-langkah intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Analis pasar keuangan, Riska Elfira, dari PT Laba Forexindo Utama, memproyeksikan Rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp15.500 hingga Rp15.600 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan nilai tukar Rupiah di pasar spot dan pergerakan harga di pasar berjangka.
Sentimen positif terhadap Rupiah datang dari perkembangan data ekonomi Amerika Serikat. Indikator-indikator ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan dapat memberikan dorongan bagi mata uang emerging market, termasuk Rupiah. Ketika ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda stabilitas atau pertumbuhan, hal ini seringkali mengurangi kecenderungan investor untuk mencari aset yang lebih aman (safe haven) dan mendorong mereka untuk berinvestasi di pasar berkembang.
Selain faktor eksternal, peran aktif Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar juga menjadi penentu utama penguatan Rupiah. BI secara konsisten melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mengendalikan volatilitas Rupiah dan menjaga agar pergerakannya tetap stabil sesuai dengan fundamental ekonomi.
Riska Elfira menjelaskan, “Untuk hari ini, kami perkirakan Rupiah berpotensi bergerak di level Rp15.500 hingga Rp15.600 per dolar AS.” Ia menambahkan bahwa pergerakan Rupiah akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar terkait data ekonomi Amerika Serikat dan juga sentimen yang dibangun oleh Bank Indonesia (BI) melalui intervensi di pasar.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pergerakan Rupiah di pasar spot dan pasar berjangka memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pergerakan mata uang Garuda. Stabilitas yang dijaga oleh BI, ditambah dengan sentimen positif dari ekonomi AS, menciptakan peluang bagi Rupiah untuk menguat dalam perdagangan hari ini.
