Ribuan Warga Jember Gelar Aksi Dukung Program Strategis Prabowo: Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa, dan Sekolah Rakyat

Darus H

Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) memadati halaman kantor DPRD Jember pada Sabtu, 20 Juni 2026. Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan penuh terhadap keberlanjutan program-program strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo, meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta Sekolah Rakyat (SR). Massa menyampaikan aspirasi agar program-program populis ini tidak dihentikan dan terus berjalan demi kemajuan bangsa.

Ketua aksi, Agus Nur Yasin, mengklaim bahwa sekitar 11 ribu peserta hadir dalam unjuk rasa tersebut. Mereka secara tegas menolak wacana penghentian program-program yang dinilai krusial bagi kesejahteraan masyarakat. Program MBG, misalnya, telah menunjukkan dampak positif yang signifikan. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 27.820 Sekolah Pendidikan Pengawal Gizi (SPPG) telah beroperasi. Program ini berhasil menyerap 1.391.000 tenaga kerja dan menjangkau 62.454.064 penerima manfaat. Penerima manfaat ini mencakup peserta didik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang masuk dalam kategori 3B.

Lebih lanjut, Agus memaparkan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga memicu perputaran ekonomi yang luar biasa di tingkat pedesaan. Para petani padi, buah-buahan, sayur mayur, peternak telur, hingga pengusaha lokal di desa merasakan geliat ekonomi yang kian meningkat berkat keberadaan program ini. Ketersediaan bahan pangan lokal yang terserap oleh program ini turut mendorong produktivitas dan kesejahteraan para pelaku usaha pertanian dan peternakan di daerah.

Selanjutnya, program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut. Agus menyatakan bahwa secara hukum, program ini telah memiliki landasan kuat di Indonesia dengan total 83.762 unit yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.061 unit telah beroperasi secara aktif, menyerap 35.476 manajer. Potensi perluasan program ini sangat besar, diperkirakan mampu membuka lebih dari 500.000 lapangan pekerjaan baru di seluruh penjuru negeri. KDMP diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di desa dan kelurahan.

Aspek pendidikan pun menjadi fokus penting melalui program Sekolah Rakyat (SR). Pemerintah Republik Indonesia menargetkan pendirian 500 Sekolah Rakyat secara nasional hingga tahun 2029. Hingga kini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah diresmikan dan beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Program ini telah menjangkau 45.000 murid, memberikan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi anak-anak bangsa, terutama di daerah yang mungkin kesulitan mengakses fasilitas pendidikan formal.

Agus Nur Yasin menegaskan bahwa program-program populis seperti MBG, KDMP, dan SR memiliki kontribusi nyata dalam membuka lapangan kerja, mengurangi angka pengangguran, dan mengentaskan kemiskinan. Program ini juga berperan penting dalam mengatasi masalah kelaparan hingga ke pelosok desa, serta berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting serta gizi buruk yang menjadi tantangan kesehatan nasional. Dengan dukungan yang kuat dari masyarakat, program-program ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) dalam kesempatan tersebut menyampaikan delapan poin pernyataan sikap. Poin pertama dan utama adalah dukungan penuh dan komitmen untuk mengawal seluruh program strategis pemerintah. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya program-program tersebut bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Selain dukungan terhadap program yang sudah berjalan, Agus juga menyampaikan tuntutan lain yang bersifat mendesak. Salah satunya adalah desakan kepada Presiden untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN). Evaluasi ini penting untuk memastikan efektivitas dan akuntabilitas lembaga yang bertanggung jawab atas program-program terkait gizi.

"Termasuk mendesak BGN untuk memperbaiki sistem dan tata kelola yang bersih dan transparan serta melakukan evaluasi internal secara menyeluruh hingga ke level SPPG di bawah," ujar Agus, menekankan pentingnya transparansi dan perbaikan tata kelola di semua tingkatan. Hal ini penting demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Agus menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa program-program yang digagas oleh Presiden Prabowo memiliki visi jangka panjang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. "Kami mendukung Bapak Prabowo untuk terus melanjutkan progam MBG dan program strategis lain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum," tegasnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan massa yang hadir. Dukungan ini menjadi sinyal kuat dari masyarakat Jember terhadap arah pembangunan yang pro-rakyat.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All