Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
BERITA

Ribuan Dapur SPPG Ditutup Sementara Akibat Pelanggaran SOP

Oleh Emanuel September 8, 2026 10 minutes lalu 0 komentar

Sebanyak 1.999 dapur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPPG) milik PT Pertamina (Persero) di seluruh Indonesia terpaksa ditutup sementara. Keputusan ini diambil menyusul temuan pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP) yang dilakukan oleh para operatornya. Kepala BGN (Bahan Bakar Gas) Sudaryono menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan akan dicabut setelah para operator menyelesaikan perbaikan dan evaluasi.

Sudaryono menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan respons terhadap audit yang telah dilakukan oleh Pertamina. Audit tersebut mengungkap adanya berbagai penyimpangan dalam operasional dapur SPPG, yang berpotensi membahayakan keselamatan konsumen dan aset perusahaan. “Ada banyak sekali catatan yang kami temukan, mulai dari pencatatan yang tidak sesuai, hingga pelanggaran prosedur operasional standar,” ujar Sudaryono.

Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam audit tersebut antara lain adalah ketidaksesuaian dalam pencatatan stok minyak tanah, yang merupakan bahan baku utama dalam proses produksi LPG di dapur SPPG. Selain itu, ditemukan pula indikasi pelanggaran dalam prosedur pengisian tabung gas, yang merupakan aspek krusial untuk menjamin keamanan produk yang sampai ke tangan masyarakat.

Tindakan penutupan sementara ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi seluruh operator SPPG agar lebih serius dalam mematuhi SOP yang telah ditetapkan. Pertamina berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap produk yang didistribusikan aman dan berkualitas. “Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga soal komitmen kita terhadap konsumen. Keselamatan dan kenyamanan mereka adalah prioritas utama,” tegas Sudaryono.

Lebih lanjut, Sudaryono mengemukakan bahwa proses evaluasi dan perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh di setiap dapur SPPG yang terdampak. Pihak Pertamina akan memberikan pendampingan dan pelatihan tambahan kepada para operator yang dianggap masih memerlukan peningkatan pemahaman terkait SOP. Targetnya adalah agar seluruh dapur SPPG dapat kembali beroperasi dengan standar yang lebih baik dan aman.

Meskipun jumlah dapur SPPG yang ditutup mencapai 1.999 unit, Sudaryono optimis bahwa penutupan ini tidak akan menimbulkan kelangkaan pasokan LPG di masyarakat. Pertamina akan melakukan rekayasa distribusi dari dapur SPPG yang masih beroperasi untuk menutupi kebutuhan di wilayah yang terdampak penutupan sementara. Langkah ini diambil agar ketersediaan LPG tetap terjaga dan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan energi mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp