Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara dipastikan telah kembali beroperasi secara normal pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, sebagai penanggung jawab, telah melakukan serangkaian uji coba fasilitas untuk memastikan kesiapan seluruh operasional bandara.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi dampak erupsi terhadap aktivitas penerbangan. InJourney secara proaktif melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai aspek operasional, mulai dari navigasi udara hingga kesiapan infrastruktur pendukung lainnya. Uji coba fasilitas ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sistem berfungsi optimal dan aman bagi para penumpang serta kru penerbangan.
Manajemen InJourney menyatakan bahwa seluruh bandara yang berada di bawah pengawasannya telah melalui proses evaluasi ketat. “Kami telah melakukan uji fasilitas dan semuanya berjalan lancar,” ujar Direktur Utama InJourney, Dony Oesman, dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada kendala signifikan yang menghambat kelancaran operasional bandara.
Sebelumnya, aktivitas penerbangan sempat berpotensi terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengeluarkan abu vulkanik. Namun, dengan kesigapan tim di lapangan dan koordinasi yang baik, dampak tersebut berhasil diminimalisir. InJourney terus memantau perkembangan situasi secara berkala untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan.
Upaya pemulihan dan pengecekan operasional ini merupakan bagian dari komitmen InJourney dalam menjaga standar keselamatan penerbangan di Indonesia. Seluruh pihak terkait di ketiga bandara tersebut telah bekerja keras untuk memastikan bahwa seluruh layanan kembali berjalan sebagaimana mestinya, memberikan kepastian bagi maskapai dan penumpang.
