Munculnya kecerdasan buatan (AI) dalam industri hiburan China memicu pergeseran drastis bagi para aktor dan aktris micro-drama. Gelombang konten yang dihasilkan AI kini mendominasi, memaksa banyak talenta di sektor ini untuk mencari peluang karier alternatif.
Dampak AI terasa sangat signifikan dalam produksi micro-drama, sebuah format serial pendek yang populer di platform digital. Konten-konten ini, yang sering kali diproduksi dengan cepat dan biaya rendah, kini semakin banyak diisi oleh karakter yang diciptakan melalui teknologi AI. Akibatnya, permintaan terhadap aktor manusia menurun tajam.
Seorang aktor yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinan mendalam. “Dulu kami bisa mendapatkan proyek setiap bulan, sekarang sangat sulit. AI bisa membuat ribuan adegan tanpa perlu bayaran,” ujarnya prihatin. Situasi ini memaksa para pelaku industri untuk beradaptasi demi bertahan.
Fenomena ini tidak hanya berhenti pada aktor. Sutradara dan penulis skenario micro-drama juga mulai merasakan dampaknya. Kemampuan AI untuk menghasilkan naskah dan mengarahkan adegan secara otomatis mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manusia di beberapa lini produksi.
Meskipun demikian, para profesional di industri ini tidak tinggal diam. Beberapa di antaranya mulai menjajaki peluang di sektor lain, seperti menjadi influencer di media sosial atau beralih ke produksi konten yang tidak terpengaruh langsung oleh AI, seperti drama berdurasi lebih panjang atau acara realitas.
Ada pula yang mencoba memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pesaing. “Kami mencoba melihat bagaimana AI bisa membantu kami dalam proses pra-produksi atau pasca-produksi, agar kami bisa tetap relevan,” kata seorang produser yang juga memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Industri micro-drama China, yang sebelumnya menjadi lahan subur bagi banyak talenta, kini tengah mengalami transformasi besar. Peran AI menjadi pengingat kuat akan pentingnya inovasi dan adaptasi di tengah perkembangan teknologi yang pesat dalam dunia hiburan.
