Bintang Manchester City, Erling Haaland, kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia saat ini. Dalam laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026, pemain berusia 25 tahun tersebut sukses mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa Norwegia melaju ke babak 16 besar setelah menumbangkan Pantai Gading dengan skor tipis 2-1. Pertandingan yang digelar di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6) waktu setempat atau Rabu (1/7) dini hari WIB tersebut menjadi panggung pembuktian bagi ketajaman Haaland di level internasional.
Satu gol yang disarangkan ke gawang Pantai Gading tidak hanya mengamankan tiket Norwegia ke fase berikutnya, tetapi juga mengukuhkan rekor individu yang luar biasa bagi Haaland. Penyerang bertubuh jangkung ini kini tercatat telah mencetak gol dalam 13 pertandingan internasional secara beruntun. Sebuah catatan yang hingga saat ini belum pernah mampu disamai oleh pemain mana pun dalam sejarah sepak bola modern. Konsistensi Haaland dalam menjebol gawang lawan dalam kurun waktu tersebut benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai predator di kotak penalti.
Secara statistik, performa Haaland selama 13 laga berturut-turut tersebut sangatlah fenomenal. Ia berhasil membukukan total 25 gol, sebuah angka yang mencerminkan efektivitas luar biasa di depan gawang. Berkat tambahan gol ke gawang Pantai Gading, koleksi gol pribadinya untuk tim nasional Norwegia kini telah mencapai angka 60 gol. Catatan ini sekaligus menempatkan Haaland sebagai ancaman serius bagi para pesaingnya dalam perebutan gelar sepatu emas Piala Dunia 2026.
Hingga saat ini, Haaland telah mengoleksi lima gol di sepanjang turnamen Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut membuatnya terus membayangi perolehan gol Lionel Messi yang saat ini masih memimpin daftar top skor sementara dengan torehan enam gol. Persaingan antara kedua pemain ini diprediksi akan semakin sengit saat turnamen memasuki babak gugur yang lebih kompetitif. Ketajaman Haaland dalam mengonversi setiap peluang menjadi gol menjadi modal utama Norwegia untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Kehebatan Haaland dalam mencetak gol beruntun ini juga melampaui rekor yang sebelumnya sempat dipegang oleh legenda hidup sepak bola, Cristiano Ronaldo. Pemain berusia 41 tahun tersebut sebelumnya tercatat mampu mencetak gol dalam 11 laga internasional secara berturut-turut bersama Portugal. Dengan melampaui rekor Ronaldo, Haaland kini tidak hanya sekadar menjadi pemain muda berbakat, tetapi sudah sejajar dengan para legenda yang pernah menghiasi lapangan hijau dunia. Prestasi ini semakin memperkuat argumen banyak pengamat sepak bola bahwa Haaland adalah penyerang paling dominan di era sepak bola masa kini.
Namun, keberhasilan Norwegia melaju ke babak 16 besar bukan hanya berkat kontribusi seorang Haaland. Rekan setim sekaligus kapten Norwegia, Martin Odegaard, juga tampil memukau dalam pertandingan tersebut. Odegaard kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pengatur serangan yang visioner dengan menyumbangkan assist krusial bagi gol Haaland. Peran Odegaard di lini tengah menjadi kunci aliran bola yang efektif bagi Norwegia dalam membongkar pertahanan lawan yang disiplin seperti Pantai Gading.
Penampilan gemilang Odegaard di Piala Dunia 2026 juga mencatatkan sejarah tersendiri. Kapten Norwegia tersebut kini tercatat sebagai pemain ketiga yang mampu mencatatkan tiga assist dalam tiga pertandingan Piala Dunia secara berturut-turut. Rekor prestisius ini membuat nama Odegaard kini bersanding dengan dua legenda sepak bola dunia, yakni Igor Belanov dan Michael Ballack. Igor Belanov merupakan pemain pertama yang menorehkan catatan impresif tersebut saat membela USSR pada perhelatan Piala Dunia 1986. Sementara itu, Michael Ballack mengukir pencapaian serupa saat menjadi motor serangan timnas Jerman pada Piala Dunia 2002.
Pencapaian kolektif antara Haaland dan Odegaard ini memberikan suntikan moral yang besar bagi skuad Norwegia. Kerjasama yang terbangun antara sang mesin gol dan sang dirigen permainan telah mengubah peta kekuatan di Piala Dunia 2026. Banyak pihak kini mulai memperhitungkan Norwegia sebagai salah satu kuda hitam yang patut diwaspadai oleh tim-tim besar lainnya. Keseimbangan antara ketajaman di lini depan dan kreativitas di lini tengah terbukti menjadi formula sukses Norwegia dalam mengatasi lawan-lawan tangguh di fase grup hingga babak 32 besar.
Bagi Haaland, perjalanan di Piala Dunia 2026 ini bukan sekadar tentang memecahkan rekor pribadi, melainkan tentang ambisi membawa Norwegia meraih prestasi tertinggi. Dengan kepercayaan diri yang sedang berada di titik puncak, Haaland diharapkan mampu terus menjaga ritme permainannya di babak 16 besar nanti. Tantangan yang akan dihadapi tentu akan semakin berat seiring dengan semakin ketatnya persaingan antarnegara peserta yang tersisa. Namun, dengan rekor gol beruntun yang baru saja diukirnya, Haaland telah membuktikan bahwa ia adalah pemain yang diciptakan untuk menghadapi tekanan besar di panggung dunia.
Keberhasilan Norwegia lolos ke babak 16 besar dan performa individu yang memukau dari Haaland serta Odegaard menjadi bukti bahwa generasi emas Norwegia telah benar-benar matang. Dukungan dari para suporter yang hadir di Stadion Dallas maupun di seluruh dunia memberikan energi tambahan bagi tim. Kini, mata dunia akan tertuju pada langkah selanjutnya dari Erling Haaland dan kolega di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Apakah Haaland mampu menambah pundi-pundi golnya dan membawa Norwegia melaju lebih jauh hingga ke babak final? Jawabannya akan segera terjawab di lapangan dalam laga-laga penentuan berikutnya yang semakin memacu adrenalin.











