Dunia bulu tangkis internasional kembali diramaikan dengan keputusan mengejutkan dari sejumlah atlet top India yang memilih untuk menarik diri dari turnamen bergengsi Australia Open 2026. Gelaran Super 500 yang dijadwalkan dimulai Selasa (9/6/2026) di Sydney ini dipastikan akan kehilangan beberapa nama besar yang seharusnya menjadi magnet bagi para penggemar.
Di tengah euforia menyambut PV Sindhu yang berambisi mengakhiri paceklik gelar, kabar mundurnya ganda putra andalan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, tunggal putra HS Prannoy, Lakshya Sen, dan Ayush Shetty menjadi pukulan telak bagi kontingen India. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi dan kondisi kebugaran para atlet jelang turnamen penting lainnya.
PV Sindhu, yang kini menempati peringkat 11 dunia di sektor tunggal putri, sejatinya datang ke Australia dengan harapan besar. Ini adalah kesempatan baginya untuk kembali mengangkat trofi BWF sejak terakhir kali meraih gelar di Syed Modi International 2024. Pencapaian terbaiknya tahun ini adalah podium ketiga di Malaysian Open pada Januari lalu. Sindhu sendiri memulai perjalanannya di Australia Open dengan undian yang relatif menguntungkan, akan berhadapan dengan Ines Lucia Castillo Salazar dari Peru, peringkat 76 dunia, di babak awal.
Namun, sorotan utama kini beralih pada daftar panjang atlet India yang memutuskan untuk tidak ambil bagian. Ayush Shetty menjadi nama terbaru yang mengumumkan pengunduran dirinya dari Australia Open 2026. Keputusan Shetty menyusul jejak HS Prannoy dan pasangan ganda campuran Dhruv Kapila/Tanisha Crasto yang juga memilih untuk absen di menit-menit akhir.
Hingga berita ini diturunkan, baik para pemain maupun Badminton Association of India (BAI) belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan spesifik di balik keputusan mundur ini. Namun, melihat jadwal padat kompetisi internasional, banyak pihak menduga bahwa manajemen beban dan kebugaran menjadi faktor utama. Turnamen di Sydney ini digelar persis setelah gelaran Indonesia Open Super 1000 yang menguras tenaga.
Ayush Shetty, misalnya, baru saja melalui serangkaian pertandingan yang sangat melelahkan di Indonesia. Ia harus berjuang keras selama 66 menit dalam tiga gim untuk mengalahkan Weng Hong Yang dari Tiongkok di babak awal, sebelum kemudian kalah dalam laga ketat di babak 16 besar melawan Lee Cheuk Yiu. Kondisi fisik yang terkuras ini kemungkinan besar menjadi pertimbangan utama.
Faktor kebugaran, terutama bagi atlet dengan postur jangkung seperti Ayush Shetty, memang menjadi krusial. Atlet dengan pusat gravitasi lebih tinggi cenderung lebih rentan mengalami cedera pada tubuh bagian bawah, terutama saat melakukan pergerakan cepat dan menjaga area belakang lapangan dalam reli panjang. Oleh karena itu, para pemain seringkali mengambil jeda antar turnamen untuk meminimalkan risiko cedera dan menjaga kondisi puncak.
Dengan mundurnya HS Prannoy dan Ayush Shetty, beban sektor tunggal putra India kini diemban oleh Kiran George. Pemain yang menduduki peringkat 49 dunia ini akan menjadi andalan utama skuad India di Sydney. Kiran George sendiri memiliki misi pribadi untuk bangkit setelah tersingkir lebih awal di Indonesia Open Super 1000, di mana ia bersama Prannoy dan Shetty harus mengakui keunggulan lawan di putaran pertama.
Kiran George, yang lahir di Kochi, Kerala, pada 11 Februari 2000, datang ke Australia Open dengan target memulihkan momentum. Ia memimpin tim tunggal putra India yang relatif muda, yang juga diperkuat oleh Tharun Mannepalli, Saneeth Dayanand, dan Manraj Singh. Dengan peringkat dunia 49, dan rekor terbaiknya di peringkat 34 pada Mei 2024, Kiran George telah membangun reputasi sebagai kompetitor yang tangguh.
Keberhasilan terbesarnya dalam beberapa waktu terakhir adalah memenangkan Odisha Masters pada Desember 2025, setelah mengalahkan Muhamad Yusuf dari Indonesia dalam tiga gim di partai final. Dikenal mampu memberikan kejutan bagi lawan yang berperingkat lebih tinggi, Kiran pernah mengalahkan nama-nama besar seperti Shi Yuqi dan Toma Junior Popov, serta mencapai perempat final India Open Super 750 pada tahun 2025. Dengan ketenangan, kedisiplinan taktis, dan kemampuan untuk tampil di momen krusial, performa Kiran George akan menjadi kunci bagi perjalanan India di turnamen ini.
Keputusan mundurnya sejumlah atlet bintang ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi penyelenggara dan para pecinta bulu tangkis. Meskipun demikian, gelaran Australia Open 2026 tetap akan menyajikan persaingan sengit dari para atlet yang tersisa, termasuk PV Sindhu yang bertekad mencatatkan namanya di papan skor juara tahun ini.











