Saturday, 5 September 2026
BREAKING
BERITA

Psikolog Ungkap Tiga ‘Kata Ajaib’ untuk Mengatasi Anak Sulit Diatur

Oleh Emanuel September 5, 2026 51 minutes lalu 0 komentar

Mengatasi anak yang sulit diatur menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Namun, menurut pandangan psikologi, ada tiga frasa sederhana yang dapat membantu membimbing anak menuju kemandirian dalam mengendalikan diri. Strategi ini berfokus pada pengembangan kemampuan anak untuk mengatur perilakunya sendiri, yang pada akhirnya akan mengurangi ketergantungan pada arahan orang tua.

Ketiga “kata ajaib” yang diungkapkan oleh para psikolog ini bukanlah sekadar ucapan biasa, melainkan pendekatan komunikatif yang dirancang untuk membangun pemahaman dan kerja sama. Inti dari metode ini adalah memberdayakan anak untuk berpikir dan bertindak secara mandiri, sejalan dengan tahapan perkembangannya.

Salah satu frasa kunci yang disarankan adalah “Kamu bisa memilih.” Ucapan ini memberikan anak rasa kontrol atas situasi, mendorong mereka untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab. Misalnya, daripada memerintah “Rapikan mainanmu sekarang!”, orang tua bisa mengatakan, “Kamu bisa memilih untuk merapikan mainanmu sekarang atau setelah makan malam.” Pilihan ini memberikan otonomi sekaligus tetap menetapkan ekspektasi.

Selanjutnya, “Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya?” adalah pertanyaan yang menstimulasi pemecahan masalah. Ketika anak melakukan kesalahan atau berperilaku tidak sesuai, pertanyaan ini mengajak mereka untuk merefleksikan tindakan mereka dan mencari solusi. Ini jauh lebih konstruktif daripada sekadar memberikan hukuman, karena mengajarkan tanggung jawab dan kemampuan memperbaiki diri. Sebagai contoh, jika anak bertengkar dengan saudara, orang tua bisa bertanya, “Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki keadaan ini?”

Terakhir, “Aku percaya kamu bisa” adalah kalimat yang sangat kuat untuk membangun kepercayaan diri anak. Ungkapan ini menunjukkan keyakinan orang tua pada kemampuan anak untuk mengatasi tantangan atau menyelesaikan tugas. Ketika anak merasa dipercaya, mereka cenderung lebih termotivasi untuk berusaha dan membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak salah tempat. Ini bisa diucapkan saat anak sedang belajar keterampilan baru atau menghadapi situasi yang menakutkan.

Penerapan ketiga “kata ajaib” ini merupakan bagian dari proses pengasuhan jangka panjang. Tujuannya adalah agar anak pada akhirnya mampu mengelola emosi dan perilakunya sendiri tanpa perlu terus-menerus diarahkan. Dengan memberikan pilihan, mendorong pemecahan masalah, dan menanamkan kepercayaan, orang tua secara efektif membekali anak dengan keterampilan penting untuk kehidupan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp