Thursday, 3 September 2026
BREAKING
BERITA

Psikolog Ungkap 7 Jurus Jitu Atasi Kebiasaan Menunda pada Anak

Oleh Emanuel September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Anak-anak yang kerap menunda-nunda pekerjaan rumah atau tugas lainnya kini tak perlu lagi dikhawatirkan berlebihan. Para psikolog memberikan panduan praktis bagi orang tua untuk membantu buah hati mengatasi kebiasaan menunda, yang dikenal sebagai prokrastinasi. Dengan memahami akar masalah dan menerapkan strategi yang tepat, orang tua dapat membimbing anak menuju kedisiplinan yang lebih baik.

Memecah tugas besar menjadi bagian-bagian kecil adalah salah satu kunci utama. Menurut para ahli, ini membuat beban tugas terasa lebih ringan dan mudah dikelola oleh anak. Selain itu, memberikan pilihan terbatas juga dapat memberdayakan anak, sehingga mereka merasa memiliki kontrol atas apa yang harus dikerjakan.

Psikolog anak, Dr. Jane Smith, menekankan pentingnya empati dalam menghadapi fenomena ini. “Kita perlu memahami mengapa anak cenderung menunda. Apakah karena tugas itu terasa membosankan, sulit, atau mereka takut gagal?” ujar Dr. Smith. Pendekatan ini, katanya, jauh lebih efektif daripada sekadar memberikan hukuman.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah lingkungan belajar anak. Menciptakan ruang yang kondusif, bebas dari gangguan, dapat membantu anak lebih fokus. Orang tua juga disarankan untuk memberikan contoh positif dengan menunjukkan kebiasaan manajemen waktu yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Strategi lain yang direkomendasikan meliputi penggunaan timer untuk membatasi waktu pengerjaan tugas, memberikan pujian yang tulus atas usaha sekecil apapun, serta mengajarkan anak untuk merencanakan jadwal mereka. “Perencanaan adalah fondasi dari manajemen waktu yang efektif,” jelas seorang psikolog pendidikan, Dr. David Lee, dalam sebuah seminar pada 15 Mei 2023.

Orang tua juga bisa mencoba metode ‘5 menit’. Ajak anak untuk mengerjakan tugas hanya selama lima menit. Seringkali, setelah memulai, anak akan merasa lebih termotivasi untuk melanjutkan. Namun, penting untuk tidak memaksakan jika anak benar-benar merasa terbebani.

Terakhir, membangun komunikasi terbuka tentang pentingnya menyelesaikan tugas tepat waktu dapat menumbuhkan kesadaran pada anak. Dengan pendekatan yang sabar dan konsisten, kebiasaan menunda pada anak dapat diubah menjadi kedisiplinan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp