Kabupaten Bogor menjadi pusat perhatian dalam perayaan puncak Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar pada Rabu, 1 Juli 2026. Upacara khidmat tersebut berlangsung di Lapangan Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Peringatan hari bersejarah bagi Korps Bhayangkara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang hadir memberikan penghormatan bagi institusi kepolisian.
Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi upacara disambut dengan barisan pasukan yang menunjukkan kedisiplinan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Presiden didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk memimpin jalannya upacara yang menjadi momentum refleksi atas delapan dekade pengabdian Polri bagi bangsa dan negara. Suasana di lapangan tampak tertib dengan kehadiran perwakilan dari berbagai elemen kepolisian yang menunjukkan sinergi kuat antar-instansi keamanan dan pemerintahan.
Selain jajaran pimpinan tertinggi negara, perhelatan ini juga dihadiri oleh anggota Kabinet Merah Putih. Tampak hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus yang mendampingi Mendagri Tito Karnavian. Kehadiran para petinggi kementerian ini menunjukkan bentuk dukungan pemerintah terhadap transformasi Polri yang terus berjalan di usia ke-80 tahun.
Pemandangan menarik terlihat saat sesi penyambutan pejabat, di mana Presiden Prabowo secara khusus memberikan sapaan hangat kepada para mantan Kapolri yang hadir sebagai tamu kehormatan. Salah satu sosok yang disapa langsung oleh Kepala Negara adalah Mendagri Tito Karnavian. Presiden Prabowo menyebutkan rekam jejak Tito sebagai Kapolri periode 2016-2019, sebuah pengakuan terhadap dedikasi yang pernah diberikan Tito saat memimpin institusi kepolisian di masa lampau.
Selain kehadiran unsur pemerintah, upacara ini juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kehadiran kedua pimpinan tertinggi di bidang pertahanan dan keamanan ini menegaskan soliditas antara TNI dan Polri yang menjadi pilar utama stabilitas nasional. Koordinasi yang terjalin erat antara kedua institusi ini diharapkan terus terjaga demi menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks di masa depan.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh insan kepolisian di seluruh penjuru Tanah Air. Ia menyoroti pentingnya tema besar yang diusung dalam peringatan kali ini, yaitu Polri untuk Masyarakat. Menurut Presiden, tema tersebut bukan sekadar jargon, melainkan sebuah kompas moral yang harus menjadi pedoman hidup bagi setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Presiden menekankan bahwa jati diri Polri terletak pada keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa arah pengabdian seorang anggota Bhayangkara adalah untuk memastikan rasa aman, perlindungan, dan pelayanan yang prima bagi warga negara tanpa terkecuali. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polri agar senantiasa menjaga profesionalisme serta integritas di tengah dinamika tantangan zaman yang menuntut transparansi dan akuntabilitas tinggi.
Perayaan Hari Bhayangkara yang mencapai usia 80 tahun ini menandai perjalanan panjang kepolisian dalam mengawal keamanan dalam negeri sejak masa awal kemerdekaan hingga era modern. Lokasi pelaksanaan di Lapangan Satuan Latihan Brimob Polri di Cikeas sendiri dipilih sebagai simbol kesiapan operasional dan ketangguhan personel Polri dalam menghadapi berbagai ancaman. Brimob sebagai satuan elite Polri selama ini memiliki peran krusial dalam penanganan konflik, bencana alam, hingga aksi terorisme yang memerlukan respons cepat.
Mendagri Tito Karnavian yang pernah memimpin Polri memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi yang ditunjukkan oleh anggota kepolisian saat ini. Sebagai mantan pimpinan, Tito memahami betul tantangan yang dihadapi Polri di lapangan dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan hukum. Sinergi antara Kementerian Dalam Negeri dan Polri dalam menjaga stabilitas politik serta keamanan di daerah menjadi salah satu fokus penting yang terus diperkuat, terutama dalam mendukung agenda-agenda pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Peringatan hari jadi ini juga menjadi momen evaluasi bagi Polri untuk terus berbenah menjadi lembaga yang lebih humanis dan dipercaya oleh masyarakat. Di usianya yang ke-80, ekspektasi publik terhadap Polri terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi. Polri dituntut untuk mampu beradaptasi dengan pola kejahatan baru, seperti kejahatan siber yang semakin canggih, sambil tetap memegang teguh nilai-nilai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Secara keseluruhan, rangkaian acara yang berlangsung di Bogor tersebut berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Kehadiran pemimpin negara bersama jajaran menteri dan pimpinan TNI-Polri memberikan pesan kuat bahwa stabilitas nasional menjadi prioritas utama. Dengan mengusung semangat Polri untuk Masyarakat, institusi ini diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi pilar yang kokoh dalam menjaga kedaulatan serta ketenteraman bangsa Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.
Upacara diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi ringan antar-pejabat tinggi, yang semakin mencairkan suasana di antara para pimpinan negara. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam perayaan ini menjadi modal berharga bagi Polri untuk melangkah ke dekade berikutnya dengan tekad pengabdian yang lebih kuat. Polri kini menatap masa depan dengan komitmen untuk tetap menjadi institusi yang relevan, dicintai, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi apa pun.











