Monday, 13 July 2026
BREAKING
POLITIK

Prabowo Geram: Pemimpin yang Adu Domba Saat Kalah, Pengkhianat Bangsa!

Oleh Danu Ilham July 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam. Ia menyebut pemimpin yang menganjurkan perusakan setelah kalah adalah pengkhianat. Pernyataan ini disampaikan dalam momentum peringatan Hari Koperasi.

Prabowo menekankan pentingnya persatuan bangsa. Ia prihatin dengan adanya pihak yang justru memecah belah. Hal ini dinilainya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Menurut Prabowo, seorang pemimpin seharusnya memberikan contoh yang baik. Bukan malah memicu kekacauan saat kontestasi politik berakhir. Ia secara tegas menolak segala bentuk hasutan untuk merusak.

Prabowo juga menyentil soal hukum karma. Ia meyakini bahwa setiap perbuatan buruk akan ada balasannya. Pemimpin yang melakukan pengkhianatan akan menghadapi konsekuensinya sendiri.

“Yang namanya pemimpin yang menganjurkan perusakan, ya dia pengkhianat,” tegas Prabowo. Ia berbicara di hadapan para pelaku koperasi. Acara tersebut berlangsung di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu. Fokus pada pembangunan dan kemajuan Indonesia. Bukan terjebak dalam narasi perpecahan yang merugikan. Prabowo ingin melihat bangsa yang kuat dan solid.

Prabowo menekankan bahwa demokrasi seharusnya dijalankan dengan sportif. Kekalahan dalam kontestasi politik adalah hal yang lumrah. Namun, respons yang ditunjukkan haruslah konstruktif.

Membangun kembali kepercayaan publik. Memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif. Itu yang seharusnya menjadi fokus utama setiap pemimpin.

Ia berharap para pemimpin bangsa dapat merenungkan pernyataannya. Hindari sikap yang dapat merusak tatanan sosial. Utamakan kepentingan negara di atas segalanya.

Peringatan Hari Koperasi menjadi saksi bisu. Prabowo menyerukan semangat kebersamaan. Menolak segala bentuk provokasi yang mengarah pada disintegrasi.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang bijaksana. Pemimpin yang mampu merangkul, bukan memecah belah. Prabowo menggarisbawahi pentingnya integritas dalam memimpin.

Prinsip kekeluargaan dan gotong royong. Nilai-nilai luhur bangsa harus terus dijaga. Terutama oleh para pemimpin di berbagai tingkatan.

Ajakan Prabowo ini relevan. Mengingat dinamika politik yang terkadang memanas. Penting untuk menjaga kesejukan dan kedamaian.

Setiap tindakan pemimpin akan terekam. Dan akan menjadi cerminan bagi generasi mendatang. Prabowo ingin memastikan sejarah mencatat kebaikan.

Ia percaya, bangsa Indonesia memiliki potensi besar. Dengan kepemimpinan yang benar, Indonesia bisa semakin maju. Terhindar dari ancaman pengkhianatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait