Majalengka, Jawa Barat – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) telah mengoperasikan pompa air bertenaga surya di Kabupaten Majalengka. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan pasokan air irigasi bagi lahan pertanian di tengah ancaman kekeringan yang kian nyata, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sebanyak 250 hektare sawah di wilayah Majalengka kini terbebas dari ancaman gagal panen berkat kehadiran pompa air inovatif ini. Pengoperasian pompa air bertenaga surya merupakan bagian dari upaya Kementerian PUPR untuk menyediakan solusi irigasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, terutama di daerah yang rentan terhadap defisit air.
“Program ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menjaga ketersediaan air untuk pertanian. Kami berharap bantuan pompa air tenaga surya ini dapat membantu petani dalam menghadapi musim kemarau dan meningkatkan hasil panen,” ujar Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA Kementerian PUPR, Dr. Ir. Muhammad Rizal, M.Sc., dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa pemilihan teknologi tenaga surya didasarkan pada potensi energi terbarukan yang melimpah di Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada pengoperasian pompa air. Kementerian PUPR juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada para petani mengenai optimalisasi penggunaan pompa air tenaga surya. Hal ini mencakup perawatan rutin, efisiensi penggunaan air, serta teknik irigasi yang tepat guna memaksimalkan potensi lahan pertanian.
Keberhasilan program ini di Majalengka diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa. Dengan dukungan teknologi yang tepat dan kolaborasi berbagai pihak, ketahanan pangan dapat terus terjaga di seluruh nusantara.
