Piala Dunia FIFA edisi 2030 akan mencetak sejarah baru sebagai turnamen paling meriah dan terluas sepanjang masa. Sebanyak enam negara dari tiga benua berbeda didapuk menjadi tuan rumah, sebuah langkah monumental yang melampaui skala Piala Dunia 2026 yang telah dianggap sebagai yang terbesar dengan format 48 tim untuk pertama kalinya dalam 96 tahun penyelenggaraannya.
Enam negara tuan rumah tersebut adalah Maroko, Portugal, dan Spanyol. Namun, keunikan Piala Dunia 2030 tidak berhenti di situ. Tiga pertandingan pembuka akan digelar di Amerika Selatan untuk merayakan seratus tahun turnamen sepak bola akbar ini. Uruguay, Argentina, dan Paraguay masing-masing akan menjadi tuan rumah satu pertandingan awal.
Keputusan pembagian tuan rumah ini diumumkan oleh FIFA pada Rabu (5/10/2023) malam, mengakhiri spekulasi panjang mengenai format dan lokasi gelaran akbar empat tahunan ini. Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) mengajukan tawaran bersama untuk tiga negara tersebut, yang kemudian mendapatkan persetujuan untuk menjadi tuan rumah pertandingan perayaan 100 tahun Piala Dunia.
Sementara itu, Maroko, Portugal, dan Spanyol menjadi tuan rumah utama yang akan menggelar mayoritas pertandingan. Pengumuman ini menandai kali pertama sebuah Piala Dunia digelar di tiga benua secara bersamaan, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan di Amerika Utara, dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah. Turnamen tersebut juga akan menjadi yang pertama diikuti oleh 48 tim, sebuah perluasan signifikan dari format sebelumnya. Dengan demikian, Piala Dunia 2030 melanjutkan tren ekspansi dan inovasi yang telah dimulai pada edisi sebelumnya, menjanjikan pengalaman yang lebih global dan inklusif bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
