Program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus digalakkan oleh Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa di seluruh wilayah operasinya. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat sekitar area kerja perusahaan.
Salah satu fokus utama program adalah pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan kekayaan alam dan budaya setempat. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, Pertamina berupaya meningkatkan kualitas produk serta jangkauan pasar bagi para pelaku UMKM.
“Kami berkomitmen untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” ujar Arya D. Sinulingga, VP Corporate Communications Pertamina, pada acara Silahturahmi dengan Jurnalis di Jakarta, Selasa (23/1/2024). Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan nilai-nilai perusahaan dalam aspek Environment, Social, and Governance (ESG).
Di samping UMKM, Pertamina juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan dan kesehatan. Program beasiswa pendidikan untuk anak-anak kurang mampu dan penyediaan fasilitas kesehatan dasar menjadi bagian integral dari upaya pemberdayaan masyarakat. Pertamina meyakini bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah kunci utama kemajuan suatu daerah.
Contoh nyata dari program ini terlihat di beberapa daerah operasi. Di Jawa Barat, misalnya, Pertamina mendukung pengembangan kerajinan batik khas daerah yang kini telah merambah pasar nasional. Sementara di Jawa Tengah, program budidaya ikan lele berbasis kelompok masyarakat berhasil meningkatkan taraf hidup para petani ikan.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat untuk terlibat dalam program ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan program pemberdayaan,” jelas Arya D. Sinulingga. Ia berharap, melalui sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan masyarakat, potensi lokal dapat terus digali dan dikembangkan demi kesejahteraan bersama.
Pertamina Regional Jawa secara konsisten mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan yang dijalankan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap inisiatif memberikan manfaat yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat dampak positif program ini di masa mendatang.
