PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyelesaian tahap kedua restrukturisasi bisnis hilirnya pada 24 Mei 2024. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk memperkuat transformasi dalam menghadapi dinamika industri energi global.
Fokus utama restrukturisasi ini adalah memastikan operasional bisnis hilir tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan pelayanan energi kepada masyarakat. Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menegaskan bahwa tugas utama perusahaan adalah menjaga ketersediaan dan distribusi energi bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Restrukturisasi ini adalah bagian dari transformasi Pertamina agar bisa lebih agile, lebih efisien, dan lebih fokus untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, terutama dalam hal energi,” ujar Nicke Widyawati dalam sebuah pernyataan resmi.
Tahap kedua restrukturisasi ini meliputi beberapa area kunci dalam rantai nilai bisnis hilir. Sebelumnya, Pertamina telah menyelesaikan tahap pertama yang berfokus pada pembentukan subholding PT Pertamina Patra Niaga sebagai entitas yang mengelola bisnis hilir secara terintegrasi. Dengan rampungnya tahap kedua, diharapkan sinergi antarunit bisnis semakin kuat dan efisiensi operasional dapat ditingkatkan.
Restrukturisasi ini juga diharapkan dapat mempercepat inovasi dan pengembangan produk serta layanan energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pertamina berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan tren global, termasuk transisi energi, sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.
Penyelesaian restrukturisasi tahap kedua ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina dalam memperkuat fondasi bisnisnya. Diharapkan, langkah ini akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap kinerja perusahaan dan pada akhirnya, meningkatkan kualitas pelayanan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
