Bagi para pemilik kendaraan bermotor, besaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan tentu menjadi salah satu pertimbangan penting. Menjelang tahun 2026, perbedaan tarif pajak antara dua skutik populer di kelasnya, yaitu Honda Vario 160 ABS dan Yamaha Aerox 155 Connected/ABS, mulai terkuak. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Honda Vario 160 ABS memiliki beban pajak tahunan yang sedikit lebih ringan dibandingkan Yamaha Aerox 155 Connected/ABS.
Perbedaan ini cukup signifikan bagi sebagian kalangan pemilik kendaraan. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk Honda Vario 160 ABS, pemiliknya akan dikenakan pajak tahunan sebesar Rp 375.000. Angka ini terhitung lebih rendah apabila dibandingkan dengan Yamaha Aerox 155 Connected/ABS, yang memiliki besaran pajak tahunan mencapai Rp 405.000.
Perbedaan selisih pajak antara kedua skutik ini adalah sebesar Rp 30.000. Meskipun terlihat kecil, selisih ini bisa menjadi pertimbangan bagi calon pembeli yang menimbang biaya operasional jangka panjang. Perlu dicatat bahwa besaran pajak ini belum termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), yang merupakan pungutan terpisah.
Perbedaan besaran pajak ini umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang ditetapkan oleh masing-masing pabrikan. Semakin tinggi NJKB suatu kendaraan, maka potensi besaran pajaknya pun akan cenderung lebih tinggi. Selain itu, perbedaan kapasitas mesin dan fitur-fitur yang disematkan pada kedua skutik juga dapat berkontribusi pada penentuan NJKB.
Dalam konteks ini, penting bagi konsumen untuk memahami rincian biaya kepemilikan kendaraan, termasuk pajak tahunan. Informasi mengenai besaran pajak ini dapat menjadi panduan tambahan dalam memilih skutik yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
