Kepolisian terus mendalami kasus kematian seorang petugas keamanan (satpam) bernama Sumarna yang ditemukan tewas di Waduk Jatiluhur. Jasad Sumarna ditemukan dalam kondisi tangan terborgol dan tenggelam di perairan waduk tersebut. Hingga kini, sebanyak 11 saksi telah dimintai keterangan oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Penemuan jenazah Sumarna menjadi awal dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh Polres Purwakarta. Petugas menemukan korban pada hari Kamis, 24 November 2022. Kondisi jenazah yang terborgol menimbulkan berbagai spekulasi dan kecurigaan, mendorong polisi untuk segera bertindak cepat dalam mengumpulkan bukti dan keterangan.
Dari 11 saksi yang diperiksa, sebagian besar merupakan rekan kerja korban di lingkungan PT Jasa Tirta. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Purwakarta, AKP Fitran, mengungkapkan bahwa keterangan para saksi sangat penting untuk merekonstruksi kejadian sebelum Sumarna ditemukan tewas. “Kami sudah memeriksa 11 saksi, sebagian besar dari rekan kerja korban di PT Jasa Tirta,” ujar AKP Fitran pada hari Senin, 28 November 2022.
Proses pemeriksaan saksi ini dilakukan secara maraton untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai aktivitas korban sehari-hari, serta kemungkinan adanya kejadian yang tidak biasa sebelum kematiannya. Polisi berupaya mengumpulkan informasi terkait kronologi, interaksi terakhir korban dengan orang lain, serta potensi motif di balik kejadian tragis ini.
Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi jenazah Sumarna untuk memastikan penyebab kematiannya secara medis. Hasil autopsi ini diharapkan dapat memberikan petunjuk krusial dalam melengkapi alat bukti yang telah dikumpulkan dari pemeriksaan saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga kini, status kasus masih dalam penyelidikan mendalam.
