Monday, 27 July 2026
BREAKING
BERITA

Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar, Pengamat Soroti Stabilitas Ekonomi

Oleh Emanuel July 27, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Keputusan mendadak Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, untuk mengundurkan diri dari jabatannya telah memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar keuangan. Langkah ini berpotensi menimbulkan gejolak pada pasar keuangan dan berimbas pada pelemahan nilai tukar rupiah. Para investor kini menanti kepastian mengenai dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi bahwa Perry Warjiyo telah mengajukan pengunduran dirinya. Namun, Dian enggan merinci lebih lanjut alasan di balik keputusan tersebut. “Ya, beliau mengajukan pengunduran diri,” ujar Dian singkat, tanpa memberikan keterangan tambahan mengenai proses atau waktu pengunduran diri tersebut.

Pengunduran diri Perry Warjiyo, yang dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2023, menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi Indonesia. Perry Warjiyo telah memimpin BI sejak 24 Mei 2018 dan rencananya akan digantikan oleh Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono.

Analis pasar keuangan dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Faisal, menilai pengunduran diri Perry Warjiyo di tengah periode jabatannya berpotensi membuat pasar menjadi bergejolak. “Kita tentu berharap ini tidak mengganggu stabilitas ekonomi yang sudah baik,” kata Faisal. Ia menekankan pentingnya kepastian dalam kepemimpinan BI untuk menjaga kepercayaan investor.

Faisal menambahkan bahwa pasar keuangan sangat sensitif terhadap perubahan mendadak dalam kepemimpinan bank sentral. Ketidakpastian ini dapat memicu aksi jual aset oleh investor, yang pada gilirannya dapat menekan nilai tukar rupiah. “Investor akan melihat bagaimana transisi kepemimpinan ini berjalan dan apakah kebijakan BI ke depan akan tetap konsisten,” jelasnya. Ia berharap agar transisi kepemimpinan dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan gejolak berkepanjangan.

Sebelumnya, Perry Warjiyo telah menjabat sebagai Gubernur BI untuk periode 2018-2023. Ia juga pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sebelum dipercaya memimpin bank sentral. Pengalaman dan rekam jejaknya selama memimpin BI dianggap telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp