Sebuah survei daring yang melibatkan 1.436 pasien dengan penyakit rematik menunjukkan adanya variasi signifikan dalam penggunaan produk ganja. Studi ini mengungkap bahwa pilihan produk ganja, efikasi, dan efek samping sangat bergantung pada faktor spesifik pasien. Temuan ini penting bagi klinisi dan pasien dalam memilih produk ganja yang tepat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Arthritis Care & Research ini dilakukan oleh Susan Zhang, PharmD, dari University of Alberta, dan timnya. Mereka mengumpulkan data dari Maret 2022 hingga November 2022 di Alberta, Kanada. Survei ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pilihan produk ganja, pola penggunaannya, dan hasil yang dilaporkan pasien.
Mayoritas partisipan adalah wanita dengan usia rata-rata 62,5 tahun. Penyakit rematik yang paling umum dilaporkan adalah osteoarthritis, mencapai 37,1%, diikuti oleh rheumatoid arthritis sebesar 7,2%. Hasil survei menunjukkan 51,2% pasien menggunakan ganja setidaknya sekali sehari. Sebanyak 46,8% pasien mengaku baru menggunakan ganja kurang dari satu tahun, sementara 23,5% telah menggunakannya lebih dari lima tahun.
Peneliti menggunakan skor dampak komposit untuk mengukur efikasi ganja dalam mengatasi nyeri, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati. Mereka juga menilai efek samping dan dampak sensorik yang dirasakan pasien.
"Pilihan produk ganja bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, komorbiditas, pengalaman ganja sebelumnya, frekuensi penggunaan, alasan penggunaan, akses resep ganja, dan sumber informasi ganja," jelas Zhang dan rekan-rekannya.
Produk ganja yang memiliki keseimbangan kandungan THC (tetrahydrocannabinol) dan CBD (cannabidiol) menunjukkan skor dampak positif tertinggi. Pasien melaporkan produk dominan THC berkaitan dengan efek penenang sistem saraf yang lebih kuat dan dampak sensorik yang lebih terasa.
Selain itu, ganja kering dan produk ganja jenis edibles juga dikaitkan dengan efek penenang sistem saraf dan dampak sensorik. Namun, kedua bentuk ini juga menunjukkan peningkatan skor dampak positif yang signifikan bagi pasien.
"Hasil ini memberikan bukti bahwa baik kandungan kanabinoid maupun formulasi produk dapat berdampak signifikan terhadap tingkat efek samping serta dampak positif yang dilaporkan oleh pasien dengan kondisi reumatik," ujar Zhang.
Pemahaman mendalam mengenai hubungan antara produk ganja, efikasi, dan profil keamanannya dapat membantu klinisi dalam memantau pasien. Hal ini terutama penting bagi pasien yang berisiko mengalami efek samping, seperti pasien lanjut usia, atau mereka yang melaporkan kurangnya perbaikan gejala.











