Saturday, 5 September 2026
BREAKING
BERITA

Peneliti ‘Buang Ingus’ hingga ‘Bau Bayi’ Raih Ig Nobel 2026, Apresiasi Sains Jenaka

Oleh Emanuel September 5, 2026 51 minutes lalu 0 komentar

Sebanyak sepuluh tim peneliti dari berbagai belahan dunia dianugerahi Ig Nobel Prize ke-36 pada tahun 2026. Penghargaan bergengsi namun jenaka ini diberikan untuk mengapresiasi karya-karya ilmiah yang luar biasa, namun juga mampu membuat orang tertawa, bahkan terheran-heran.

Upacara penganugerahan yang diselenggarakan secara virtual dan tatap muka di Sanders Theatre, Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Jumat (13/9) waktu setempat, merayakan inovasi yang seringkali tidak terduga dan memicu rasa ingin tahu.

Di antara para pemenang tahun ini, ada sebuah penelitian yang mengamati bagaimana cara terbaik untuk membersihkan hidung atau buang ingus. Tim dari Jepang, yang terdiri dari Hideki Tanaka, Wataru Okabe, dan Norihiro Suzuki, memenangkan Ig Nobel bidang Kesehatan Masyarakat. Mereka mempresentasikan temuan mereka tentang efektivitas teknik buang ingus yang berbeda. Tanaka sendiri dalam pidatonya mengatakan, “Saya harap penelitian ini dapat mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kebersihan pernapasan.”

Bidang lain yang tak kalah menarik adalah studi tentang analisis kimiawi dari bau bayi baru lahir. Sebuah tim yang dipimpin oleh Jean-Michel Begue dari Prancis, bersama rekan-rekannya dari Swiss dan Amerika Serikat, berhasil memenangkan Ig Nobel bidang Kimia. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi dan mengkarakterisasi senyawa-senyawa yang berkontribusi pada aroma khas bayi. “Aroma bayi adalah salah satu hal terindah di dunia, dan kami ingin memahaminya lebih dalam,” ujar Begue.

Penghargaan Ig Nobel, yang merupakan parodi dari Nobel Prize, tidak hanya sekadar hiburan. Para pemenang seringkali merupakan peneliti sungguhan yang karyanya memiliki dasar ilmiah yang kuat, meskipun topik penelitiannya terkesan aneh atau receh. Ig Nobel mendorong orang untuk berpikir di luar kebiasaan dan melihat potensi ilmiah dalam fenomena sehari-hari.

Selain kedua penelitian tersebut, delapan pemenang lainnya juga menerima penghargaan untuk kategori yang beragam. Di antaranya adalah penelitian tentang bagaimana kucing dapat dianggap sebagai anjing dalam konteks fisika, studi tentang efek minum bir saat mendaki gunung, analisis apakah gajah takut tikus, hingga penemuan cara ‘mencuri’ data dari komputer menggunakan inframerah.

Setiap pemenang menerima penghargaan berupa plakat dan uang tunai senilai 10 triliun dolar Zimbabwe, yang dicetak pada tahun 1990-an dan kini nilainya sangat kecil, menambah unsur humor pada seremoni tersebut. Acara ini juga diwarnai dengan pertunjukan seni dan interaksi antara para pemenang yang semakin memperkuat citra Ig Nobel sebagai perayaan sains yang menyenangkan dan mencerahkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp