Penyelidikan terkait dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya di Jakarta terus berlanjut, meskipun pelapornya mendadak mencabut laporan resmi. Kepolisian memastikan akan tetap mendalami kasus ini demi memastikan keselamatan Jesslyn dan mengungkap fakta sebenarnya.
Informasi mengenai pencabutan laporan ini diungkapkan oleh Kuasa Hukum Jesslyn Wijaya, Muhammad Kamil. “Kita sudah cabut laporan. Laporan yang kita buat di Polda Metro Jaya sudah kita cabut tanggal 14 Desember 2023,” ujar Kamil pada Selasa (19/12/2023).
Namun, langkah pencabutan laporan ini tidak menghentikan upaya Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam melakukan penyelidikan. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, menegaskan bahwa pihaknya memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan korban. “Kami tetap akan melaksanakan penyelidikan untuk memastikan keselamatan daripada saudari Jesslyn Wijaya,” kata Hengki dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut, Hengki menjelaskan bahwa pencabutan laporan tidak serta-merta menghapus kewajiban polisi untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini. “Kita perlu mendalami, apa yang sebenarnya terjadi, karena ini menyangkut keselamatan seseorang,” tegasnya. Polisi berupaya mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan untuk memastikan apakah dugaan penculikan tersebut benar terjadi atau ada motif lain di baliknya.
Kasus ini bermula ketika Jesslyn Wijaya dilaporkan hilang pada Minggu (10/12/2023). Laporan tersebut dibuat oleh pihak keluarga dengan dugaan penculikan. Namun, beberapa hari kemudian, Jesslyn dikabarkan telah kembali. Pencabutan laporan ini menambah kompleksitas penyelidikan yang sedang berjalan.
Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini, terlepas dari adanya pencabutan laporan. Fokus utama saat ini adalah memastikan Jesslyn Wijaya aman dan memberikan penjelasan yang utuh mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya. Penyelidikan akan terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait serta menganalisis bukti-bukti yang ada.
