Pembalap muda sensasional, Pedro Acosta, mengklaim bahwa aksi menyalipnya yang spektakuler terhadap Marco Bezzecchi di Sirkuit Aragon pada MotoGP lalu sebenarnya adalah sebuah manuver yang “mudah”. Penilaian mengejutkan ini muncul setelah Acosta berhasil melesat dari sisi luar tikungan untuk merebut posisi dari Bezzecchi, sebuah manuver yang memukau para penonton dan pengamat balap.
Acosta, yang dikenal dengan gaya balapnya yang agresif dan penuh percaya diri, merendah terkait keberhasilannya dalam melancarkan serangan di tikungan tersebut. Menurutnya, kondisi lintasan dan motornya saat itu sangat mendukung untuk melakukan manuver yang berisiko tinggi tersebut. “Saya pikir itu mudah, sejujurnya,” ungkap Acosta, menambahkan bahwa ia merasa sangat nyaman dengan motornya di momen krusial itu.
Manuver yang terjadi di Sirkuit de Motorland AragΓ³n ini memang mencuri perhatian banyak pihak. Acosta, yang membalap untuk Red Bull GasGas Tech3, menunjukkan keberanian luar biasa dengan memilih jalur luar saat mencoba menyalip Bezzecchi dari tim Pertamina Enduro VR46 Racing. Aksi ini tidak hanya membuktikan kehebatan teknisnya, tetapi juga ketenangan mentalnya di bawah tekanan balapan yang intens.
Lebih lanjut, Acosta menjelaskan bahwa ia telah mengamati dan memahami karakteristik lintasan Aragon, serta bagaimana motornya berperilaku di setiap bagian sirkuit. “Saya melihat ada celah dan saya tahu saya bisa melakukannya,” ujarnya merujuk pada momen menyalip Bezzecchi. Ia menambahkan bahwa ia merasa “sangat percaya diri” dengan motor KTM RC16-nya di sirkuit tersebut, yang memungkinkannya untuk mengeksekusi manuver tersebut tanpa keraguan.
Komentar Acosta ini kontras dengan persepsi banyak orang yang melihat manuver tersebut sebagai sesuatu yang sangat sulit dan berani. Namun, bagi pembalap asal Spanyol ini, dengan persiapan yang matang dan pemahaman mendalam tentang motor serta sirkuit, bahkan aksi yang paling menakjubkan sekalipun bisa terasa “mudah”. Kepercayaan diri dan kemampuan adaptasinya di lintasan menjadi kunci utama di balik performa gemilangnya di Aragon.
