Badan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) secara mengejutkan menarik sembilan wakilnya, yang terdiri dari 16 atlet, dari gelaran China Masters 2026. Keputusan drastis ini diambil dengan alasan strategis, yakni memprioritaskan persiapan tim nasional untuk menghadapi ajang Asian Games.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, menegaskan bahwa penarikan pemain ini merupakan langkah taktis demi memastikan kondisi optimal para atlet saat berlaga di Asian Games. “Kami memutuskan untuk menarik 16 atlet dari sembilan wakil Indonesia yang seharusnya berlaga di China Masters 2026. Ini murni demi fokus pada persiapan Asian Games,” ujar Rionny dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (23/10/2024).
Lebih lanjut, Rionny menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah menimbang berbagai faktor, termasuk jadwal padat yang berpotensi menguras tenaga dan stamina atlet. “Dengan mundurnya sejumlah atlet, kami berharap para pemain yang tersisa bisa lebih fokus dan tidak terbebani dengan jadwal yang sangat ketat ini. Kami ingin memastikan mereka dalam kondisi terbaik saat Asian Games nanti,” tambahnya.
Meskipun demikian, PBSI belum merinci nama-nama atlet yang dipastikan mundur dari turnamen BWF Super 750 tersebut. Namun, dipastikan bahwa penarikan ini berdampak pada komposisi tim Merah Putih di China Masters 2026. Keputusan ini juga menyisakan empat wakil Indonesia yang masih akan berjuang di turnamen tersebut.
Rionny menambahkan, “Kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut mengenai komposisi atlet yang akan kami pertahankan di China Masters 2026. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana para atlet bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk Asian Games.”
Penarikan besar-besaran ini tentu menjadi sorotan tersendiri, mengingat China Masters merupakan salah satu turnamen bergengsi dalam kalender bulu tangkis dunia. Namun, demi target utama Asian Games, PBSI tampaknya rela mengorbankan partisipasi di beberapa turnamen lain.
