Legenda musik dunia, Paul McCartney, baru-baru ini mengungkapkan kekagumannya terhadap Taylor Swift dengan menyamakan tingkat popularitas sang penyanyi saat ini dengan fenomena The Beatles di masa jayanya. Musisi berusia 83 tahun itu menilai bahwa histeria global yang mengelilingi Swift memiliki kesamaan kuat dengan ‘Beatlemania’ yang melanda The Fab Four di era keemasan mereka.
Pujian McCartney ini disampaikan dalam wawancara terbarunya di program Tracks Of My Years melalui BBC Radio 2. Ia tidak hanya mengakui jangkauan global Swift, tetapi juga menyoroti kecerdasan Swift dalam bermusik, menyebutnya sebagai sosok musisi yang sangat berkualitas.
McCartney berbagi pengalamannya berinteraksi langsung dengan para bintang musik muda saat ini dalam sebuah acara santai di kediamannya. Ia berterima kasih kepada istri dan putrinya, Nancy Shevell dan Stella McCartney, yang telah mengundang musisi-musisi berbakat tersebut. Di antara para tamu yang hadir dan berinteraksi dengannya adalah Taylor Swift, Billie Eilish, Olivia Rodrigo, dan Sabrina Carpenter. McCartney mengaku sangat menikmati perbincangan dengan mereka, menggambarkan generasi musisi muda ini sebagai individu yang keren dan memiliki kepribadian baik.
Popularitas Taylor Swift memang terus menjadi sorotan global, terutama setelah kesuksesan besar tur dunianya, The Eras Tour, yang berlangsung dari tahun 2023 hingga 2024. Fanatisme luar biasa dari para penggemarnya, yang dikenal sebagai Swifties, kerap dibandingkan oleh para pengamat musik dengan histeria massal penggemar The Beatles beberapa dekade lalu.
Menanggapi perbandingan tersebut, Taylor Swift dalam wawancara sebelumnya dengan Stephen Colbert bersikap rendah hati, menyatakan bahwa The Beatles memiliki fenomena unik mereka sendiri. Meskipun terpaut usia yang cukup jauh, hubungan antara Taylor Swift dan Paul McCartney telah terjalin cukup lama dan akrab. Keduanya bahkan pernah tampil bersama dalam sesi wawancara khusus untuk majalah Rolling Stone pada tahun 2020, membahas karya masing-masing.
Hubungan profesional dan personal mereka diperkuat oleh kolaborasi desain antara Taylor Swift dan putri Paul McCartney, Stella McCartney, yang merupakan teman dekat dan sering bekerja sama. Selain itu, keduanya pernah mendiskusikan proses kreatif album yang dirilis saat pandemi, yaitu ‘Folklore’ milik Swift dan ‘McCartney III’ milik McCartney. Keduanya juga sering terlihat saling memberikan dukungan dalam berbagai acara penghargaan musik internasional.
Apresiasi yang diberikan McCartney kepada Swift tampaknya lahir dari hubungan yang kuat selama bertahun-tahun, baik secara profesional maupun personal. Interaksi antara dua legenda musik lintas generasi ini menunjukkan bahwa dedikasi terhadap karya musik berkualitas selalu mendapatkan pengakuan, terlepas dari perbedaan era industri musik.
