Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
BERITA

Pasca Muktamar NU ke-35, Yenny Wahid Tekankan Urgensi Rekonsiliasi Internal

Oleh Emanuel August 19, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Zannuba Ariffah Chafsoh, atau yang akrab disapa Yenny Wahid, menegaskan bahwa proses rekonsiliasi di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) mutlak harus dilaksanakan setelah gelaran Muktamar ke-35 NU. Pernyataan ini disampaikan oleh tokoh perempuan NU tersebut sebagai respons terhadap dinamika yang mungkin timbul pasca-muktamar yang rencananya akan diselenggarakan di Makassar pada 26-28 Mei 2022.

Menurut Yenny Wahid, rekonsiliasi bukan sekadar opsi, melainkan sebuah keharusan demi menjaga persatuan dan keutuhan organisasi. Ia berpandangan bahwa setiap dinamika yang terjadi dalam sebuah muktamar, terlebih yang berskala besar seperti Muktamar NU, seringkali menyisakan perbedaan pandangan dan friksi di antara para peserta maupun elemen-elemen organisasi. Oleh karena itu, langkah rekonsiliasi menjadi krusial untuk meredam potensi perpecahan dan mengembalikan semangat kebersamaan.

“Muktamar ini adalah ajang untuk menyatukan visi dan misi, bukan untuk memecah belah. Setelah semua proses selesai, kita harus kembali merajut kebersamaan,” ujar Yenny Wahid. Ia menambahkan bahwa tradisi NU selalu mengedepankan musyawarah mufakat dan semangat kekeluargaan, sehingga pasca-muktamar, seluruh perbedaan hendaknya diselesaikan melalui dialog yang konstruktif.

Lebih lanjut, Yenny Wahid menguraikan bahwa rekonsiliasi pasca-muktamar memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, untuk memastikan bahwa semua pihak merasa dihargai dan terwakili dalam keputusan-keputusan yang diambil. Kedua, untuk memperkuat soliditas internal NU dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ketiga, untuk menjaga marwah dan wibawa organisasi di mata publik.

Ia juga menekankan pentingnya peran para sesepuh dan tokoh NU dalam memfasilitasi proses rekonsiliasi ini. Dengan pengalaman dan kharisma yang dimiliki, para kiai dan tokoh NU diharapkan mampu menjadi jembatan untuk mendamaikan perbedaan dan mengarahkan seluruh elemen NU kembali pada tujuan utama organisasi. “Kita harus belajar dari sejarah NU, bagaimana organisasi ini selalu mampu bangkit dari setiap tantangan berkat semangat persatuan yang kuat,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp